Beranda hukum Tudingan Ada THM dan Protitusi Terselubung di Areal KPC: KPC Pertimbangkan...

Tudingan Ada THM dan Protitusi Terselubung di Areal KPC: KPC Pertimbangkan Ke Jalur Hukum

4970
0
Wawan Setiawan – GM Ekternal Affairs and Sustanble Developmen (ESD) PT KPC saat memberikan keterangan pers.

SANGATTA (2/7-2019)

Tersiarnya kabar kawasan Batu Putih dan Tanjung Bara Sangatta Utara mempunyai Tempat Hiburan Malam (THM) sehingga kerap menjadi tempat mabuk-mabukan sejumlah orang, terlebih adanya lokasi protitusi, membuat warga Batu Putih dan Tanjung Bara menjadi resah terutama kaum ibu.

Pasalnya areal yang dikenal asri, segar dan nyaman ini selama ini jauh dari hinggar binggar kehidupan malam yang penuh kemaksiatan. “Kaum ibu yang ada di kawasan Batu Putih dan Tanjung Bara sejak berita ada THM serta lokasi protistusi tersiar, menjadi resah. Mereka serta merta memprotes manajemen KPC karena apa yang diberitakan tidak benar,” ungkap Wawan Setiawan – GM Ekternal  Affairs and Sustanble Developmen (ESD) PT KPC, Selasa (2/7).

Kepada puluhan wartawan yang sempat diajak melihat kawasan Batu Putih, Aquatik dan Tanjung Bara, ia bersama pejabat KPC lainnya menandaskan jika Didi Hardiansyah – Plt Kepala Satpol PP Kutim ingin melakukan razia untuk melakukan pengecekan dipersilahkan. “Kawasn Tanjung Bar ini bukan kawasan eksekutif atau tertutup, tetapi kawasan yang ditata dan dibangun dengan segala aturan yang wajib ditaat semua orang terlebih-lebih karyawan dan keluarganya,” terang Wawan.

Terkait tudingan di Batu Putih yang merupakan tempat tinggal petinggi KPC bersama keluarga, serta kawasan Aquatik dan Tanjung Bara terdapat THM berikut lokasi protitusi, Wawan mengakui saat ini manajemen sedang merumuskan untuk menempuh jalur hukum.

Kenapa KPC berencana menempuh jalur hukum, ujar Wawan, karena KPC sudah menghubungi Kasat Satpol PP terkait pernyataanya beberapa saat setelah ada berita tersiar. Namun, hingga Senin (1/7) kemarin tidak ada klarifikasinya di media massa. “Ini menyangkut nama KPC dan warga yang ada kawasan Tanjung Bara yang kesemuanya 3 RT, tuduhan adanya THM bahkan lokasi protitusi terselubung itu benar-benar fitnah sementara sebagian besar warga Tanjung Bara taat beribadah,” sebut Wawan berulang kali.(SK2)

Artikulli paraprakKelompok Tani EJM Kembangkan Sapi dan Rusa Sambar di Sangatta Selatan
Artikulli tjetërCatatan Perjalanan Haji (46)