Beranda hukum Warga Rantau Bemban Tolak Aktifitas PT SW

Warga Rantau Bemban Tolak Aktifitas PT SW

1279
0
Sejumlah warga Rantau Bembang Saat Menolak Aktifitas PT SW
SANGATTA,Suara Kutim.com
Sejumlah warga Rantau Bemban Desa Sangatta Utara, Kamis (11/9)  menolak aktifitas pengeboran mencari sumber gas yang dilakukan PT Sangatta West (SW) . Menurut warga, penolakan dilakukan karena akibat pengeboran minyak berdampak dengan lingkungan mereka terutama lahan pertanian yang ada.
Ricki Hilman, sebagai kuasa hukum warga,  penolakan yang dilakukan warga bukan kali pertama dlakukan baik ke Pemkab maupun perusahaan, namun tidak digubris. “Informasinya perusahaan kerap melakukan aktifitas pengeboran di malam hari,” sebut Ricki.
Kepada wartawan, Ricki menyebutkan ketika digelar pertemuan dengan masyarakat di Kantor Camat Sangatta Utara,  perusahaan tidak bisa memperlihatkan surat-surat terkait ijin operasi pengeboran. “Saat itu, dinyatakan perusahaan tidak boleh melakukan pengeboran namun kenyataanya tetap melakukan,” beber Ricki.
            Sikap perusahaan yang main kucing-kucingan dengan masyarakat melakukan aktifitas semakin memperkuat dugaan masyarakat, PT Sangatta West tidak punya ijin baik dari pemerintah pusat maupun Kutim.
            Ditegaskan, warga menolak karena lokasi pengeboran tidak jauh dari Sungai Sangatta selain itu berdekatan dengan areal pertanian warga. Dengan tegas, Ricki menyebutkan aktifitas pengeboran yang berdekatan dengan sungai dilarang karena dapat mencemari. “Sungai Sangatta ini merupakan milik bersama masyarakat yang menjadi hajat hidup orang banyak,” sebut Ricki seraya minta perusahana menghargai warga Rantau Bemban.
            Rikci yakin Pemkab Kutim maupun pemerintah pusat tidak akan memberikan ijin untuk melakukan pengeboran yang lokasinya berada di tepi Sungai Sangatta. Bahkan, ia menantang jika ada pemerintah berani memberikan ijin. “Ngak mungkin ada ijinnya, karena pemerintah ngak berani mengeluarkan ijin,” ungkap Ricki.
            Pengamatan Suara Kutim.com beberapa hari sebelumnya, dilokasi pengeboran tidak tampak peralatan pengeboran kecuali kolam-kolam kecil yang terdapat tulisan dilarang berenang atau memancing.(SK-02)

Artikulli paraprakRp639, 6 Juta Tidak Jelas Alamat Pengirimnya
Artikulli tjetër25 Unit Ranmor Tak Bertuan Segera Dilelang Polres