Beranda ekonomi APBD Kutim Menurun Dratis, Karena Belum Masuk Pemprov dan Pemerintah Pusat

APBD Kutim Menurun Dratis, Karena Belum Masuk Pemprov dan Pemerintah Pusat

1473
0

SANGATTA,Suara Kutim.com (10/6)
RAPBD Kutai Timur (Kutim) tahun 2016 diproyeksi Rp2,18 T atau menurun Rp 124,67 M. Terjadinya penurunan, terang Bupati Ardiansyah Sulaiman, Rabu (10/6) karena belum ditetapkannya proyeksi pendapatan dari Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Penyesuaian (DP) serta Dana Bantuan Provinsi Kaltim.
Selain itu, ujar Ardiansyah dalam Rapat Paripurna (RP) DPRD Kutim yang dikuti 22 orang anggota, penurunan yang signifikan diperkirakan dari dana bagi hasil pajak dan bagi hasil bukan pajak. “Proyeksi turunnya kedua sumber pendapatan daerah ini karena sumbernya dari transfer dana pusat sehingga Pemkab bersifat konservatif untuk tidak menentukan proyeksi dengan nilai tinggi karena dasar hukumnta belum ditetapkan namun tetap dengan mempertimbangkan realisasi tiga tahun terakhir,” ujar Bupati Kutim ke 5 ini.
Dihadapan anggota dewan yang menggelar rapat dipimpin Ketua Dewan Mahyunadi itu, Ardiansyah menyakinkan masih ada peluang peningkatan target pendapatan daerah tahun 2016 setelah mendapat pemberitahuan dari pemerintah pusat dan provinsi.
Terhadap PAD, diuraikan mencapai Rp74,30 M dengan sumber utama pendapatan daerah sebesar 2,84 persen, sementara dari sumber lain yang saha sebesar Rp365,56 M. Mengenai belanja daerah dipoyeksikan Rp2,83 triliun mengalami penurunan Rp359,21 M bila dibanding tahun 2015 yang mencapai Rp3,19 triliun.
Ardiansyah yang baru sehari menjadi Bupati Kutim, menerangkan untuk belanja tidak langsung dialokasikan Rp1,06 triliun meliputi belanja pegawai, subsidi, hibah, bantuan sosial, bantuan ke Parpol serta pemerintahan desa termasuk belanja tidak terduga.
Menyinggung belanja langsung yang terkait secara langsung dengan program dan kegiatan diungkapkan dialokasikan Rp1,76 triliun. “Belanja langsung mengalami penurunan dari Rp2,12 triliun menjadi Rp1,76 triliun,” beber Ardiansyah.
Secara gambling diuraikan, RAPB Tahun 2016 mengalami defisit Rp216,22 M dimana pendapatan daerah diperkirakan Rp2,61 triliun sementara belanja mencapai Rp2,83 triliun, namun kekurangan akan diambil dari silpa tahun 2015.
Dipenghujung nota keuangan yang disampaikannya, Ardiansyah mengeluarkan instruksi ke semaua kepala SKPD dan TAPD segera mempersiapkan dokumen pendukung RAPBD 2016 seperti RKPD,Resntra serta Ranja SKPD.
Hal senada juga diharapkan Mahyunadi sebelum menutup sidang, bahkan Mahyunadi menyatakan agar semua fraksi dan komisi melakukan pendalaman terhadap Nota KUA PPAS 2016 agar proses pembahasan berjalan lancar dan tepat waktu.(SK-02/SK-03/SK-11)

Artikulli paraprakMembantu Keluarga, Setiap Hari Didi Cari Kayu Bakar di Mahakam
Artikulli tjetërBantu Warga Miskin, Pemkab Gelar Pasar Murah di 4 Kecamatan