Beranda hukum Aset Pemkab Kutim Terus Dicari dan Didata, Termasuk Mobil Dinas Eks Anggota...

Aset Pemkab Kutim Terus Dicari dan Didata, Termasuk Mobil Dinas Eks Anggota DPRD

0
Salah satu aset Pemkab Kutim di Sangatta.

Loading

SANGATTA,Suara Kutim.com (14/2)
Mengejar target Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) pada laporan keuangan tahun anggaran (TA) 2015, Bagian Perlengkapan dan Aset Daerah Setkab Kutim terus menggenjot validasi dan sensus aset daerah Kutim untuk tahun 2015.
Kepala Sub Bagian Aset Daerah Setkab Kutai Timur, Teddy Febrian mengatakan saat ini proses validasi dan sensus aset sudah mencapai 80 persen. “Kini sudah dalam tahap mensingkronkan data aset yang ada dengan bukti fisik yang ada terutama aset-aset yang ada di Satuan Kerja Perangkat Daerah dengan juga terjun langsung ke lapangan untuk melakukan pengecekan, sehingga pelaporan tidak hanya di atas meja saja atau menunggu laporan dari masing-masing SKPD,” terangnya.
Adanya sensus asset daerah, ujar Tedy, diharapkan aset tahun 2014 dan 2015 yang termasuk baru masih sesuai peruntukannya dan masih bagus fisiknya karena masa pakainya masih sangat baru. Dirinya sangat yakin sebelum tanggal 31 Maret 2016 nanti, proses validasi ini sudah selesai 100 persen.
Disebutkan, ingga akhir Desember tahun 2015 lalu terjadi peningkatan nilai asset yakni mencapai Rp 10 Triliun. Nilai ini meningkat pesat jika dibandingkan tahun 2014 lalu yang hanya antara Rp 8 Triliun hingga Rp 9 Triliun.
Diungkapkan, asset yang terdata berupa barang bergerak maupun tidak bergerak termasuk aset milik 3 SKPD besar yakni Dinas PU, Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan yang memiliki aset terbesar.
Selain aset yang tersebar di semua kecamatan, diakui Tedy, terkadang terjadi kesalahan dalam input data aset terutama kesalahan dalam pengelompokan kode rekening sehingga terjadi kesalahan pengisian kolom dalam sensus.
Terkait 18 unit mobil mantan anggota DPRD Kutim periode 2009 – 2014 yang sebelumnya belum ada dikembalikan, saat ini sudah 11 unit mobil dikembalikan ke bagian aset daerah Pemkab Kutim. “Sisanya akan terus dilakukan upaya penarikan dan jika tidak ada respon maka kemungkinan akan dilakukan penarikan paksa,” tandasnya.(SK-03/SK-11)