Beranda ekonomi Belum Ada Signal, Mawakal Jadi Kabupaten

Belum Ada Signal, Mawakal Jadi Kabupaten

2327
0
SEMARAK : Aktifitas masyarakat di Muara Wahau dan Kongbeng setiap hari, karena membaiknya ekonomi warga perputaran uang di kedua kecamatan mencapai ratusan miliar setiap bulan

SANGATTA,Suara Kutim.com (10/2)
Masyarakat di kawasan Mawakal harus kembali menahan asa bisa menjadi daerah otonomi baru, pasalnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim belum bisa memberikan peluang menjadi kabupaten baru, terpisah dari Kutai Timur.
Isyarat itu disampaikan Bupati DR Isran Noor saat ditanya wartawan mengenai usulan warga pedalaman Kutim seperti Muara Ancalong, Batu Ampar, Wahau, Kombeng, Telen, Busang, Long Mesangat dan Muara Bengkal.
Menurut Isran, saat ini Pemkab Kutim belum bisa memberikan rekomendasi persetujuan pemisahan beberapa kecamatan ini untuk membentuk daerah otonom baru karena terbentur pada moratorium yang dikeluarkan pemerintah pusat. “Masalahnya ada moratorium pemekaran daerah yang dikeluarkan pemerintah,” kata Isran Noor.
Isran membenarkan tujuan pemekaran bagus yakni mempermudah akses pelayanan pemerintah kepada masyarakat terlebih dalam hal pengembangan pembangunan suatu kawasan. Namun, lanjutnya, jika pemekaran hanya akan merepotkan pemerintahan baru karena terbebani dengan anggaran membayar gaji bupati dan anggota DPRD serta pegawai akibatnya rakyat tak terurus lebih baik pemekaran ditunda terlebih dahulu, namun lebih fokus untuk membangun dan membenahi fasilitas yang ada.
Persoalan pembentukan Kabupaten Mawakal ini kembali mencuat menjelang Pilbup Kutim, peristiwanya sama lima tahun lalu. Pembentukan Kabupaten Mawakal ini sudah mendapat pesersetujuan DPRD sejak 2009 lalu.
Ketua Komisi A DPRD Kutim Agiel Suwarno menyebutkan persetujuan belum belum keluarnya rekomendasi persetujuan dari bupati. “Yang menyebabkan proses pemekaran Kutim terutama untuk Mawakal menggantung hingga saat ini karena belum ada persetujuan bupati, belakangan telah muncul usulan pembentukan Kabupaten Sangsaka yang juga diprakarsai anggota DPRD,” sebut Agiel.(SK-03)

Artikulli paraprakRLH Salah Satu Upaya Mengentaskan Kemiskinan
Artikulli tjetërPemuda Sangkulirang Galang Tanda-tangan Tuntut Perbaikan Kinerja PLN