Beranda ekonomi Catatan Perjalanan Haji (40)

Catatan Perjalanan Haji (40)

565
0

Kunjungi Museum Al-Quran

Suasana dalam Museum Al-Quran Madinah

MENELUSURI sekitar Masjid Nabawi, kita akan menemukan Museum  Al-Quran yang keberadaannya depan pintu 5. Museum yang menempati gedung berwarna cokelat ini, dibuka pada pukul  06.00 WAS hingga 12.00 WAS kemudian pukul 16.00 WAS hingga 22.00 WAS atau tepatnya pada jam-jam setelah shalat fardu.

                Bagi jamaah haji atau umrah yang akan bertandang ke Museum Al-Quran ini tidak perlu ragu, karena gratis dan mudah dijangkau serta guidenya beragam disesuaikan dengan asal negara pengunjung.

salah satu gambar yang dipajang dalam museum AL-Quran

                Alhamdulillah,  ketika bertandang ke museum ini, saya mendapat kesempatan pertama bersama puluhan jamaah haji Indonesia lainnya. Melihat yang menanti sudah banyak, pengelola langsung membuka pita pembatas kami dan mempersilahkan kami masuk ke ruangan yang full AC ini.

                Saat berada di ruang pertama, kami mendapat sambutan  Amir Saiful sebagai pemandu, pria asal Cirebon Jawa Barat ini dengan antusiasnya bercerita tentang koleksi Museum Al-Quran yang konon setiap hari dikunjungi lebih 10 ribu orang.

                Museum yang disain khusus ini, mengambarkan bagaimana Al-Quran dibuat pada jaman dahulu kala termasuk Al-Quran buah karya warga Afganistan yang dikabarkan berusia ratusan tahun dan beratnya lebih 150 Kg.

                Dalam perjalanan menelusuri 12 ruangan yang ada, tanpa terasa pengunjung mendapatkan tausiah dari pemandu. Karenanya diakhir pertemuan ketika akan meninggalkan ruang museum, jamaah terpaksa menyeka air matanya. “Sungguh menyentuh apa yang disampaikan pemandu tadi, apa yang ia sampaikan benar-benar terjadi dalam kehidupan kita. Tentu tausiah yang ia sampaikan menjadi pelajaran bagi saya pribadi,” aku jamaah hajin asal Bogor – Jawa Barat seraya menyeka air matanya seraya meninggalkan Musem Al-Quran Madinah.

                Seperti museum lainnya, pada Museum Al-Quran juga ada tempat membeli cendramata namun yang dijual semuanya terkait dengan Al-Quran termasuk sajadah serta parfum. Pengunjung bisa juga mewakafkan Al-Qurannya melalui pengelola museum, namun pesan yang diharapkan yakni bagaimana setiap keluarga muslim selalu menyemarakan lingkungannya dengan ayat-ayat Al-Quran. (Syafranuddin/bersambung)

Artikulli paraprakKejari Sangatta Serahkan Berkas Na ke PN Sangatta
Artikulli tjetërSembunyikan Sabu Dalam Sepatu, AF Ditangkap Polisi