Beranda ekonomi Catatan Perjalanan Haji (43)

Catatan Perjalanan Haji (43)

786
0
Jamaah Haji asal Turki ketika mengumpulan batu di Makakh untuk melontar di Mina.

Maktab Sediakan Batu Untuk Melontar 3 Jumrah , Jamaah Duduk Manis

MASALAH batu untuk melempar Jumrah  Ula, Wustha, dan Aqabah.  di Mina,  kerap menjadi perdebatan antarjamaah soal dimana dan kapan mengambilnya, serta ukurannya. Melihat masalah batu yang kerap menjadi perdebatan ini, ditambah keroditnya situasi di Musdalifah ketika semua jutaan jamaah masuk untuk mabit serta mengambil batu tentu tidak memungkinkan sebagian jamaah bisa melakukannya terutama yang menggunakan bus.

Jamaah haji saat mencari batu di Musdalifah.

                Selain itu sejumlah jamaah dari beberapa negara terutama Turky, mereka justru sudah mengumpulkan batu beberapa hari sebelum wukuf. Yang tak kalah menariknya, ada jamaah haji Indonesia membawa batu dari Indonesia dengan alasan takut nggak kebagian saat berada di Musdalifah.

                Melihat adanya jamaah sudah membawa batu dari tanah air, saya hanya sempat tersenyum namun nggak berani memberi nasihat takut terjadi perdebatan. Beruntungnya, pada sebuah tablig, soal batu melempar jumrah  ini menjadi topik sehingga semua menjadi jelas dimana batu yang diambil adalah batu di Mina atau sekitar jumrah  yakni batu yang ditemukan di jalan atau  di tembok-tembok jamaraat sisa dari orang melempar.

                Yang lebih menggembirakan, ternyata pihak Maktab telah menyediakan batu untuk keperluan melontar baik pada hari pertama hingga hari terakhir. Batu yang disediakan dalam plastik kemudian dibungkus dengan kantong warna biru tua diterima jamaah yang menggunakan bus.

Batu yang disediakan maktab

                Disediakannya batu oleh maktab tiada lain agar jamaah haji Indonesia tidak sibuk dan memikirkan batu, ketimbang keselamatan jiwa. Pasalnya banyak jamaah mengambil batu di lereng-lereng bukit, tepi jalan yang ramai kendaraan serta di kawasan kurang penerangan.

               Batu yang disediakan lebih dari cukup, ukurannya sedang untuk dilempar dari jarak lima meter. Dengan banyaknya batu diterima, tentu memudahkan jamaah terlebih  yang nafar awal hanya memerlukan  49 biji dan nafar  tsani hanya 70 biji.

Sementara bagi jamaah haji yang berjalan kaki, tentu saja harus mencari sendiri namun tidak perlu takut karena di kawasan Musdalifah banyak tersedia. Bahkan saat di areal jumrah banyak ditemukan batu sehingga tak risau kalau kurang.(Syafranuddin/bersambung)

Artikulli paraprakPemprov Bebaskan Sewa Lahan di KEK Maloy
Artikulli tjetërDukung Program SBS, Koramil Sangatta Bangun WC Keluarga