Beranda kutim Dewan Minta DTR Jelaskan Kebutuhan Riil Biaya Lahan

Dewan Minta DTR Jelaskan Kebutuhan Riil Biaya Lahan

0

Loading

David Rante – Anggota DPRD Kutim
SANGATTA,Suara Kutim.com
DPRD Kutim akan meminta keterangan Dinas Tata Ruang soal belum tuntasnya pembayaran lahan untuk pembangunan. David Rante Sth, salah seorang anggota DPRD Kutim  menegaskan selama ini  DPRD tidak pernah memotong anggaran untuk kebutuhan pembebasan lahan yang diusulkan Dinas Tata Ruang sebelumnya Dinas Pengendalian Lahan dan Tata Ruang, namun kenyataannya  banyak lahan yang belum tuntas pembayarannya.
Informasi yang kami dapat, kata David Rante ada pemilik lahan yang  dibayar tahap I dan II sehingga  belum lunas, sehingga   banyak proyek tidak tepat waktu atau terkendala karena pemilik lahan memportal seperti Jalan Ring Road Sangatta Utara yang sedang dikerjakan  Dinas pekerjaan Umum (DPU). “Dalam waktu dekat kami akan panggil Dinas Tata Ruang untuk menjelaskan ke DPRD berapa sebenarnya kebutuhan dana untuk pembebasan lahan hingga tuntas, dari lahan yang mereka berikan panjar atau DP atau istila lainnya,” kata David.
Dalam hearing nanti, dewan ujar David Rante meminta Dinas Tata Ruang secara rinci memaparkan kebutuhan dana pembebasan lahan yang bermasalah mulai lokasi, peruntukan serta data penerima serta dana yang dibutuhkan. “Jalan ring road Sangatta kami dapat info masih terkendala  satu kilometer  yang belum dibebaskan. Belum lagi, masih ada yang baru dibayar tahap satu, karena itu pemilik lahan tak bolehkan dikerjakan.  Karena itu, kontraktor tidak kerja maksimal, karena kontraktor tidak mungkin kerja lompat-lompat di lokasi yang sudah selesai pembayarannya,” ungakp David Rante.

Sebelumnya, Kepala Dinas Tata Ruang  Ardiansyah mengakui  banyak utang  dalam pembebasan lahan karena yang baru dibayar tahap I atau Tahap II. “Memang tahun ini belum bisa dituntaskan pembayarannya, karena  kami butuh seratus  tapi hanya dikasi oleh dewan lima puluh, tapi kami berharap tahun depan bisa dilunasi pembayaran lahan masyarakat yang dulu kami baru berikan pembayara tahap pertama  atau Tahap dua ,” harap Ardiansyah.(SK-02)