Beranda foto Di Mulupan, Ngomix Juga Marak – Orang Tua Tidak Tahu Bahayannya

Di Mulupan, Ngomix Juga Marak – Orang Tua Tidak Tahu Bahayannya

0
Jembatan Bungkuk di Desa Mulupan Muara Bengkal dikabarkan kerap menjadi lokasi sejumlah remaja ngomix atau pil koplo.

Loading

SANGATTA,Suara Kutim.com (12/7)

Salah satu areal untuk ngomix di Mulupan, di lokasi jembatan ini terdapat banyak bekas obat batuk.
Salah satu areal untuk ngomix di Mulupan, di lokasi jembatan ini terdapat banyak bekas obat batuk.
Penggunaan obat batuk cair yang dicampur dengan minuman suplemen ternyata sudah merambah ke Desa Mulupan Kecamatan Muara Bengkal. Sebagai desa yang tergolong terisolasi ini, ternyata penyimpangan prilaku sejumlah remajanya tinggi.
Pengoplosan obat batuk dengan minuman suplemen ternyata tidak diketahui sejumlah orang tua bahkan mereka mengira pencampuran hal biasa. “Kami kira itu untuk cepat sembuh dari batuk, karena kalau ditanya mereka menjawab begitu,” kata Basrie (41) ketika ditanya Suara Kutim.com.obat
Pengamatan Suara Kutim.com di Mulupan terdapat bebarap lokasi yang dijadikan arena anak-anak muda menikmati oplosan mereka yakni gedung SD, Pendopo depan Masjid serta Jembatan Kayu. Keterangan yang diperoleh, pengguna obat oplosan ini tidak saja kaum remaja dan dewas tetapi pelajar SD. “Cukup banyak yang menggunakan obat oplosan itu, bahkan dianggap biasa saja karena memang enak,” kata beberapa remaja ketika ditanya Suara Kutim.com
Disinggung apakah ada obat lain seperti doubel el, kaum remaja yang ditemui sedang tidak melaksanakan puasa langsung membubarkan diri. Namun ketika kembali didekati ada yang bersedia buka mulut jika doubel ell juga marak dijual dilingkungan mereka. “Kalau pemasoknya kami nggak tahu, karena obat itu ada saja di sini dengan harga Rp20 ribu perbungkus (satu bungkus isi 5 biji,red),” aku seorang remaja.
Desa Mulupan merupakan desa pemekaran Desa Senambah Kecamatan Muara Bengkal, desa ini bisa dikunjungi dengan menggunakan transportasi sungai baik dari Muara Kaman, Kota Bangun atau Muara Bengkal.
Sebagian besar warga Mulupun bermata pencaharian nelayan, namun sejak beberapa tahun lalu sudah ada yang bekerja di perkebunan kelapa sawit. “Selain sebagai karyawan perkebunan, mereka yang punya tenaga kuat tetap menjalan profesi sebagai nelayan sehingga kini perekonomian warga Mulupan meningkat tajam terbukti kini semua rumah sudah punya sepeda motor minimal satu sedangkan perahu bermotor paling banyak karena merupakan sarana angkutan terpenting,” terang Kades Mulupan Fahtur.(SK-04/SK-12)