Beranda foto Dihantam Tsunami, Ribuan Orang Menyelamatkan Diri ke Masjid Baiturrahman

Dihantam Tsunami, Ribuan Orang Menyelamatkan Diri ke Masjid Baiturrahman

0
Kondisi jalan samping Masjid baiturrahman Aceh. Disini, terdapat ratusan jenazah korban Gelombang Tsunami yang melanda Banda Aceh pada 26 Desember 2004 lalu.

Loading

SANGATTA,Suara Kutim.com (24/11)

Kondisi sekitar Msjid Baitturahman setelah dilanda tsunami.(Foto ist)
Kondisi sekitar Msjid Baitturahman setelah dilanda tsunami.(Foto ist)
Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh salah satu tempat yang wajib dikunjungi terutama ummat Islam. Selain sejarahnya, masjid yang berada di jantung Kota Banda Aceh ini ketika terjadi Tsunami tetap berdiri kokoh, sementara air yang masuk hanya sebatas mata kaki orang dewasa.
Masjid yang dibangun Sultan Iskandar Muda pada tahun 1022 H/1612 M ini merupakan tempat warga sekitar masjid terutama para pedagang berlindung dari hempasan gelombang tsunami. “Di masjid inilah semua korban ditangani baik dimandikan, diindentifikasi hingga dikafani sebelum dimakamkan,” kata Muchlis – petugas keamanan yang juga merangkap fotografer.
Sebagai warga Aceh, Muchlis mengambarkan bagaimana keadaan masjid yang pernah terbakar dihatam tentara Belanda ini, ketika tsunami menerjang. Menurut Muchlis, warga sekitar sedang sibuk dengan aktifitas belanja namun tidak menyangka gelombang bisa mencapai tengah kota. “Yang difilm itu ketiak air masuk itu tepat sebelah kanan masjid ini, sementara mobil serta sepeda motor yang diterbawa arus itu umumnya milik pedagang atau pengunjung pasar,” beber Muchlis.
Kepada Suara Kutim.com, ia mengakui pasca tsunami terutama setelah aktifitas masyarakat Aceh normal pengunjung mengalami peningkatan baik luar negeri maupun domistik. Keindahan dan cerita duka yang terjadi di masjid berusia ratusan tahun ini merupakan daya tarik tersendiri. “Ribuan warga Aceh saat itu lari untuk menyelamatkan diri di Masjid Baiturrahman ini, mereka bukan saja ummat Islam non Islam juga ada. Ketika air bah menghantam bangunan – bangunan yang ada di depan termasuk menyeret PLTD Apung milik PLN, namun ketika memasuki halaman masjid gelombang seperti berhenti dan membelah diri atau lewat samping masjid terus ke sungai,” ungkap pria yang mengaku saat bencana besar melanda Aceh, tidak ada keluarhannya yang menjadi korban.
Untuk menambah kapasitas Masjid Baiturrahman, Pemprov Aceh kini sedang melakukan perbaikan kawasan taman yang terdapat air mancur. Proyek besar yang sedang dikerjakan sebuah perusahaan ternama asal Jakarta ini rencananya akan membuat tempat parkir kendaraan di bawah tanah seperti di Masjidil Haram. “Nantinya taman yang ada kembali dibangun seperti semula,” sebut Muhlis seraya menamani awak media ini melihat bagian lain dari masjid kebangaan rakyat Aceh ini.(SK-04/SK-13)