Beranda hukum Gareng Buktikan Penderita HIV AIDS Bisa Jalan Kaki Ribuan Kilometer

Gareng Buktikan Penderita HIV AIDS Bisa Jalan Kaki Ribuan Kilometer

0
Mas Gareng didapingi pengurus KPAI Kutim diantaranya Hardmadji P saat bertemu Bupati Ismunandar.

Loading

gareng2INGIN MEMBUKTIKAN penderita HIV / AIDS teta bisa berkarya dan menjalani kehidupan selayaknya, Wijanto melakukan keliling Indonesia dengan jalan kaki. Aktifitas yang sudah menempuh ribuan kilometer dari tempat tinggalnya ini, dilakukan pria yang akrab disapa Mas Gareng ini semata-mata membuktikan kepada publik ia yang dicap sebagai penderita HIV / AIDS masih bisa beraktifitas luar biasa.
Perjalanan yang oleh pria kelahiran Nganjuk, 7 November 1982 ini diberinama “Langkah Kaki Jelajah Negeri” dimulai 7 November 2015. “Tujuannya memberikan motivasi dari orang-orang yang terkena HIV/AIDS seperti dirnya supaya lebih bersemangat dan berjuang untuk hidup, selain itu melakukan sosialisasi atau edukasi kepada masyarakat tentang HIV/AIDS serta orang yang terinfeksi HIV/AIDS terhindar dari yang namanya stigma dan diskriminasi yang selama ini masih dapatkan oleh ODHA,” kata ayah dari satu putra ini.
Mas Gareng mengetahui dirinya terkena HIV/AIDS pada tahun 2011 lalu, dan ia mengaku 2 bulan sempat ngedrop dan dirawat di rumah sakit, namun setelah mengkonsumsi obat antiretroviral (ARV) dan memiliki semangat hidup akhirnya sampai saat ini masih tetap sehat. “Semenjak divonis mengidap HIV AIDS keluarga dari istri mulai menjauh dan akhirnya bercerai. Oleh karena stigma dan diskriminasi oleh pihak keluarga istri saya itu, saya tidak ingin hal yang sama terjadi kepada ODHA yang lainnya,” kata Gareng mengaku telah memilki seorang anak dan ternyata tidak terkena HIV AIDS.
Gareng sendiri, Rabu 26/10) kemarin sudah berada di Sangatta, selama dua tahun telah berkunke sejumlah provinsi, kabupaten dan kota sedangkan Kalimanatan Timur merupakan Provinsi yang ke 17 dikunjunginya. “Sungguh luar biasa Indonesia, meski dipisahkan laut yang luas ternyata tetap utuh dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia,saya sudah merasakan akan arti kekayaan yang dimilik Indonesia terutama keberagaman suku dan budaya namun tetap NKRI,” ungkapnya.(SK16)