Beranda foto Itwil Akan Cek Sekolah Atlit dan SMA 1 Sangatta Selatan

Itwil Akan Cek Sekolah Atlit dan SMA 1 Sangatta Selatan

1490
0

SANGATTA,Suara Kutim.com (6/7)
Masalah proyek sekolah atlit di Gang Sepakat II Sangatta Utara yang dianggap bermasalah oleh masyarakat sehingga kini diselidiki Polres Kutim, termasuk Gedung SMA 1 Sangatta Selatan ternyata tidak diketahui Itwilkab Kutai Timur. “Kami melakukan pemeriksaan rutim tiap tiga bulan tapi tidak ada masalah atau temuan,” kata Inspektur Wilayah Kabupaten Kutim, Abdul Muis.
Menurut Abd Muis, dalam pemeriksaan setiap obyek, Itwilkab melalui auditornya akan berkoordinasi dengan BPK atau BPKP sehingga tidak tumpang tindih pemeriksaa. Muis mengakui, masalah gedung sekolah atlit dan SMA 1 Sangatta Selatan, sama sekali tidak ada dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) termasuk temuan tindak lanjut. “Saya baru setahun di Itwilkab ini, jadi kalau ada masalah di SKPD saya belum tau,” katanya.
Meski sudah setahun di Bawasda, ia juga tidak tahu adanya penyelidikan oleh Kejaksaan Negeri Sangatta terhadap kegiatan pada Dispora Kutim. “Pendahulu saya tidak pernah memberikan hasil pemeriksaan yang lama-lama, menyangkut pembangunan yang janggal-janggal, tapi bagaimanapun juga apa yang saya dapat dari wartawan ini akan kami cek,” katanya.
Dijelaskan, Itwilkab selama ini Itwilkab menjadi pendampingan kepada SLPD terkait jika ada kegiatan yang meragukan termasuk apakah bertentangan dengan aturan. Diakui, dalam audit yang dilakukan Itwilkab umumnya melakukan pemeriksaan seputar adminitrasi. “Semua ada mekanismenya sehingga agar tidak berbenturan dengan Badan Pemeriksa Keungan, jika ada SKPD yang diaudit BPK maka Itwilkab tidak masuk lagi namun akan membantu BPK jika ada hal-hal yang perlu ditindakalnjuti,” sebut Abdul Muis seraya menyebutkan sebagian besar SKPD diaudit BPK sementara Itwilkab melakuka audit ke kecamatan dan desa.(SK-02/SK-03/SK-09)

Artikulli paraprakUche : Status Pekerja Kebun Sawit Banyak Tidak Jelas
Artikulli tjetërAwas, Minyak Mentah Semakin Menipis Diperkirakan 12 Tahun Lagi Indonesia Kesulitan BBM