Beranda ekonomi Jamin Pendapatan Petani, Ismu Imbau Perusahaan Beli Beras Petani

Jamin Pendapatan Petani, Ismu Imbau Perusahaan Beli Beras Petani

0

Loading

SANGATTA,Suara Kutim.com (21/9)
Bupati Kutai Timur (Kutim) Ismunandar bercita-cita meningkatkan petani di Kutim, khususnya petani padi dengan cara mengintruksikan semua perusahaan perkebunan kelapa sawit membeli beras petani.
Dengan cara demikian, ia yakin harga jual beras petani stabil sementara petani mendapatkan hasil langsung. “Nanti melalui Dinas Perkebunan diingatkan perusahaan kelapa sawit agar membeli beras hasil petani yang ada disekitarnya sepeti di Kongbeng, Bengalon dan Rantau Pulung dengan cara demikian petani akan punya pasar jelas sementara perusahaan mempunyai sumber pangan yang pasti,” ujar Ismu.
Saat penanaman padi serempak di Desa Saposa Selatan Bngalon bersama Pangdam Mulawarman Mayjen Jhony L Tobing. Ismunandar mengakui, Bengalon merupakan salah satu contoh peternak ayam kampung berhasil, bahkan meraih peringkat satu nasional sayangnya kini mereka kesulitan dalam pemasaran. “Kalau perusahan mau membeli, bisa mengangkat pendapatan peternak agar tidak kesulitan. Kita tidak ingin masalah ini terjadi pada petani padi. Karena itu, perusahan harus membeli hasil panen padi petani nantinya, agar harga tidak turun, yang ujung-ujungnya akan merugikan masyarakat,” ungkap Ismu.
Diakui, ada 727 hektare lahan sawah yang ditanam serentak di Kutim jika berhasil nantinya bisa menjadikan desa mandiri pangan. Kutim, ujar Ismu mampu menjadi lumbung pangan di Kaltim.
Pangdam Mayjen TNI Jhony L Tobing sependapat dengah Bupati Ismu, sehingga dengan tegas minya perusahan mau beli beras hasil petani. “Kalau tidak mau beli hasil panen petani, kami akan selesaikan secara adat bersama Kapolda,” kata Pangdam seraya tersenyum.
Diakui, keterlibat TNI menam padi, sebagai bukti sungguh-sungguh ingin mensukseskan pertanian demi kemandirian pangan. Karena itu, ujatr Pangdam, pengusaha harus ingin bantu mensukses pertanian ini.
Menurut Pangdam, saat percetakan sawah baru dan penanaman sukses menghasilkan beras terjadi panen yang melimpah, tapi tidak tertampung sehingga harga beras turun. “Kondisi ini harus dicegah, jika semua elemen terlibat peduli dengan nasib petani dan ketahanan pangan,” pesan Pangdam seraya mengingatkan perusahaan tidak mengimpor beras.(SK2)