Beranda kutim Jangan Tergoda Rayuan Pedagang, Fokus Ibadah Terutama Untuk Wukuf di Arafah

Jangan Tergoda Rayuan Pedagang, Fokus Ibadah Terutama Untuk Wukuf di Arafah

0
Suasana pedagang kaki lima di Madinah menjjajakam barang dagangannya.

Loading

JAMAAH HAJI gelombang pertama, dipastikan berada di Madinah selama 8 hari sebelum menuju Makkah. Sehingga saat menuju Makkah, jamaah sudah berihram untuk melaksanakan umrah.

aktifitas jamaah Turki di Masjid Nabawi
Selama di Madinah, jamaah haji dari berbagai negara melaksanakan shalat di Masjid Nabawi yakni melaksanakan sunah Arbain. Salah satu tempat yang paling diincar jamaah adalah bisa melaksanakan ibadah di Raudah yang tempatnya tepat berada di samping Makam Nabi Muhammad SAW.
Karena banyaknya jamaah yang ingin beribadah di Raudah, Pemerintah Arab Saudi akhirnya membuka Masjid Nabawi selama 24 jam. Karenanya, jamaah yang baru saja tiba di Madinah setelah beristirahat di pemondokan langsung menuju masjid yang mempunyai keutamaan 1.000 kali dari masjid lain kecuali Masjidil Haram ini.
Sebagai kota yang subur dengan pertanian terutama kurma, Madinah boleh dikata sebagai kota perdagangan. Karenanya, banyak pedagang yang datang menjajakan dagangannya termasuk produk luar negeri.
Catatan penulis, sepertinya di Madinah yang murni hasil Madinah hanya kurma karenanya jamaah sering diajak ke kebun kurma. Sementara barang lainnya, merupakan produk luar Arab Saudi seperti beraneka ragam mainan, kain serta kopiah yang sebagian besar dari Indonesia termasuk briket kayu gaharu.
Pedagang kain dan buah – buahan serta lainnya boleh dikata beroperasi 24 jam, kecuali jam shalat. Namun yang menarik, rata-rata pedagang bisa berbahasa Indonesia seperti mengucapkan murah-murah ayo beli.
Mendengar kata-kata murah, tentu saja membuat sebagian jamaah haji asal Indonesia terpana dan berhasrat ingin berbelanja. Kondisi ini berbeda dengan sejumlah jamaah negara lain seperti Malaysia dan Turki yang tidak banyak tertarik dengan aktifitas para pedagang.
Yang membuat mata silau, sekitar pemondokan juga terdapat pedagang emas yang menjual berbagai bentuk emas dengan harga relatif murah. Bagi pengemar emas, tentu menjadi incaran.
Namun bagaimanapun menariknya barang yang ditawarkan, sebaiknya jamaah harus mempertimbangkan dengan cerdas dan matang. Pasalnya, perjalanan untuk menunaikan ibadah haji masih lama dan memerlukan stamina tinggi terlebih menjelang wukuf di Arafah.
Karenanya niat untuk belanja untuk oleh-oleh, sebaiknya ditunda namun utamakan sebanyak-banyaknya melaksanakan ibadah. Hal inilah yang dilakukan sejumlah jamaah Malaysia dan Turki,mereka kadangkala berada di Masjid Nabawi cukup lama, terlebih-lebih suhu dalam masjid dingin ketimbang cuaca di luar yang rata-rata di atas 40 derajat celsius. (Syafranuddin/bersambung)