Beranda foto Joni : Pemberkasan CPNS Dokter Jalur Khusus Tidak Bermasalah

Joni : Pemberkasan CPNS Dokter Jalur Khusus Tidak Bermasalah

0
Warga Kecamatan Muara Ancalong sedang antri untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di Puskesmas Muara Ancalong.(Foto Dok Puskesmas Ma Ancalong)

Loading

SANGATTA,Suara Kutim.com (4/3)
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kutai Timur (Kutim) HM Joni menjamin pengangkatan 11 orang dokter yang sebelumnya berstatus Tenaga Kerja Kontrak Daerah (TK2D) menjadi CPNS Kutim sesuai dengan prosedur, selain itu proses pengangkatan tidak termasuk dalam program seleksi CPNS tetapi program khusus yang dikeluarkan Kementerian PAN dan RB bersama BKN.
wartawan, Joni mengklarifikasi adanya beberapa dokter yang diangkat menjadi PNS melalui jalur khusus ditengarai SK Pengangkatan TK2D palsu keterangan masa pengabdiannya dan diterbitkan Kadis Kesehatan Kutim. “Mereka yang diisukan bermasalah memang pernah ikut program seleksi umum yang digelar beberapa waktu lalu, namun tidak lulus. Namun, untuk memenuhi kebutuhan tenaga medis se Indonesia terutama pada Puskesmas-Puskesmas yang belum ada dokter terutama yang di pedalam dan terpencil oleh Kemenpan dibuka program khusus tanpa melalui seleksi demi percepatan pemenuhan tenaga medis di Indonesia,” ujar Joni seraya menambahkan Kutim kebagian 11 orang.
Ia membenarkan untuk bisa diangkat sebagai CPNS jalur khusus harus dikuatkan dengan bukti sudah menjadi pegawai honorer di lingkungan pemerintah tanpa mempertimbangkan berapa lama waktu pengabdiannya. “Selama ini Kutim telah membuat analisis jabatan dan analisis beban kerja untuk mendapatkan formasi CPNS, nantinya dokter yang masuk program jalur khusus akan ditempatkan pada formasi yang belum terisi melalui seleksi tahun lalu,” beber Joni.
Kepada Suara Kutim.com, ia menyebutkan kebutuhan Kutim akan tenaga medis ratusan orang terbesar perawat dan bidan. “Kalau kebutuhan dokter untuk Puskesmas bisa terpenuhi, otomatis pada penerimaan CPNS mendatang diperbanyak formasi tenaga medis lainnya seperti perawat, bidan atau tenaga apoteker,” ungkapnya.
Menyebarnya kabar Kadis Kesehatan dr Aisyah menerbitkan SK TK2D bodong terhadap sejumlah dokter termasuk menantunya, dikirim melalui pesan singkat oleh seserang kepada wartawan. “Terus terang saja, integritas Bu Aisyah itu tidak diragukan. Ia itu sangat taat dan kuat dengan aturan yang ada,” aku Joni.(SK-03)