Beranda ekonomi Karet Kembali Diminati Setelah Sawit

Karet Kembali Diminati Setelah Sawit

3384
0
Sebuah Kebun Sawit Milik Perusahaan Malaysia di Kaliorang
SANGATTA,Suara Kutim.com
  Berkebun karet ternyata lebih menjamin kesejahteraan rakyat dalam jangka panjang, ketimbang kelapa sawit. Tak heran, banyak masyarakat Kutim lebih menyukai karet sebagai tanaman utamanya. “Menanam karet lebih mudah ketimbang kelapa sawit, ditinjau dari berbagai sudut semuanya menguntungkan teruatama ekonominya terlebih-lebih jika di Kutim berdiri pabrik pengolah,” ujar Zarkase – warga Muara Ancalong.
     Lebih jauh, ia menyebutkan, berkebun kareta sangat mudah untuk pemeliharaan dan perawatan selain itu  juga memiliki nilai ekonomis yang cukup menguntungkan dalam jangka waktu panjang.
            Pria yang kesehariannya PNS,  menyebutkan, menanam karet seperti menanam pisang habis tanam tidak perlu dirawat atau dipupuk beda dengan kelapa sawit yang sejak ditanam harus ada perawatan ekstra terutama perlakukan dalam waktu empat tahun pertama.
            Terhadap banyaknya warga mengalihkan kebun serta sawahnya menjadi lahan perkebunan kelapa sawit, Zarkase menilai suatu keputusan perlu kajian mendalam pasalnya antara karet dan kelapa sawit banyak perbedaan yang menguntungkan. “Tidak heran warga Dayak tetap bertahan dengan karet karena memang lebih menguntungkan, memang tidak sebesar kelapa sawit tapi kelapa sawit jika terlambat dijual harganya menyusut sementara karet tidak mengalami nasib sama karena karet bisa disimpan dalam jangka waktu lama,” beber Zarkasi seraya menambahkan karet bisa ditumpangsarikan dengan tanaman lain bahkan untuk peternakan.
            Hal senada diakui seorang pria bernama Kumbang Singa Baroh di Batu Ampar,  menurutnya untuk komoditas karet harganya dipasaran tidak pernah tergrus resesiekonomi global, karena  kebutuhan karet dunia  terus meningkat. “Semula kami memanam pohon karet varietas kampung, namun karena pohon tersebut sudah dimakan usia kemudian  dikonversi dengan bibit varietas unggul yang hasil produksinya jauh lebih unggul,” sebut Kumbang Singa Baroh.
Ketua Rukun Tetangga (RT) 1 Desa Sangkima Lama Sangatta Selatan, Periang, mengakui kareta memberikan masa depan cerah. “Selain menamam cabai, terong dan pisang, warga saya juga  berusaha menamam pohon karet jikamemanam kelapa sawit pasti kalah modal, selain biaya pemeliharaan yang tinggi, sawit juga banyak memerlukan  pupuk disisi lain harga pupuk terus naik,” ungkap Periang.(SK-05)

Artikulli paraprakInsentif Guru Minimal Rp1 Juta Perbulan
Artikulli tjetër25 Berkas K2 Gagal Lolos Verifikasi