Beranda politik DPRD Kutim Legislator ini Sorot Isu PDAM dan Akses Listrik di Wilayah Terpencil

Legislator ini Sorot Isu PDAM dan Akses Listrik di Wilayah Terpencil

0

Loading

SuaraKutim.com Sangatta – Anggota DPRD Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Said Anjas, mengemukakan tantangan yang dihadapi di beberapa daerah terpencil, seperti Sandaran, Tanjung Mangkalihat, dan Busang.

Said Anjas menyoroti kekurangan infrastruktur dasar, seperti kelangkaan air bersih, keterbatasan listrik, dan akses sinyal telekomunikasi yang sulit.

“Di Sandaran, Tanjung Mangkalihat, dan Busang, belum ada akses lampu, air, bahkan sinyal yang cukup,” kata Said Anjas saat diwawancarai, Kamis (9/11/2023).

Said Anjas juga menyebutkan bahwa di Kaliorang, Kaubun, dan Karangan, distribusi air bersih melalui pipa belum optimal. Ia menekankan pentingnya membantu masyarakat yang mengalami kesulitan akses air bersih, terutama di daerah pedesaan.

“Yang paling memprihatinkan ada di sana, padahal itu adalah kebutuhan dasar yang seharusnya menjadi prioritas utama,” tambahnya.

Said Anjas mengungkapkan bahwa anggaran sebesar Rp 25 miliar telah disiapkan untuk tahun 2024 guna distribusi pipa air bersih. Namun, progress di daerah seperti Telen dan Sandaran masih perlu pemantauan.

“Di tahun 2024, anggaran sebesar 25 miliar akan digunakan untuk distribusi pipa. Tetapi, perkembangan di daerah seperti Telen dan Sandaran masih harus diperhatikan,” jelasnya.

Selain isu PDAM, akses listrik juga menjadi fokus Said Anjas. Ia menyoroti pentingnya upaya memperluas cakupan listrik ke daerah terpencil, terutama melalui penggunaan energi terbarukan.

“Pemkab Kutim perlu menganggarkan dana ke wilayah terpencil, khususnya dengan memanfaatkan panel surya sebagai solusi utama jika PLN belum siap membangun jaringan listrik di wilayah pedalaman,” tandasnya.

Said Anjas juga menyinggung kendala akses sinyal yang mempengaruhi program-program sosial seperti beasiswa bagi masyarakat.

“Masyarakat mengalami kesulitan mengakses program seperti beasiswa karena sinyal yang tidak ada. Hal ini memerlukan penanganan serius agar potensi masyarakat dapat tergali secara optimal,” pungkasnya. (red/*/adv)