Beranda hukum Maling Sekarang Sudah Profesional, Waspadalah

Maling Sekarang Sudah Profesional, Waspadalah

0

Loading

SANGATTA,Suara Kutim.com (16/12)
Kapolres Kutai Timur (Kutim) AKBP Anang Triwidiandoko mengajak masyarakat menggalakan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) serta meningkatkan kewaspadaan, mengingat aksi pencurian di Kutim mengalami trend meningkatkan dalam tahun terakhir.
Kepada wartawan, ia mengaku kaget ada kasus pencurian dengan kerugian mecapai Rp500 juta, selain itu terjadi 3 kali dalam semalam. Menurutnya, aksi pencurian yang terjadi dalam semalam dengan kerugian besar sangat memprihatinkan. “Bagi aparat kepolisian artinya kemampuan pelaku sudah tinggi dalam berbagai hal seperti membaca situasi lingkungan dan korban serta kapan saat beraksi yang tepat,” beber Kapolres.
Kutai Timur sebagai daerah transit atau persinggahan yang berada di poros antar provinsi sangat rawan tindak kejahatan. Belum lagi dengan banyaknya masyarakat pendatang dari luar daerah yang tidak melapor kepada aparat pemerintah.
Kapolres menilai tingkat kewaspadaan masyarakat saat ini rendah dan teledor, dan selalui mengangap tidak bisa terjadi. “Kalau sepuluh tahun lalu, pelaku tidak bisa membobol berangkas tapi sekarang pelaku dengan cepat bisa membobol berangkas artinya pelaku kejahatan semakin profesional karenanya jika ada uang dalam jumlah banyak sebaiknya disimpan di bank,” imbuhnya.
Ia juga menaruh harapan Siskamling benar-benar digalakan demi mewujudkan lingkungan yang aman dan nyaman serta tentram. Diungkapkan, siskamling merupakan salah satu program Polisi Masyarakat (Polmas) diharapkan mampu mencegah aksi yang bisa mengarah ke tindak kriminal seperti mabuk-mabukan, perkelahian hingga penganiayaan.
“Peran serta masyarakat dalam upaya pencegahan tindak kriminal khusunya di lingkungan tempat tinggal diperlukan, karena tidak semua upaya penindakan dan penanganan terhadap tindak kriminalitas dapat ditangani polisi. Bahkan masyarakat jangan menganggap polisi sebagai manusia super yang dapat mengatasi semua masalah. Namun tentu apapun upaya pencegahan yang dilakukan masyarakat, tetap ada pembatasan dan masyarakat tidak diperkenankan main hakim sendiri,” pesan kapolres.
Seperti diwartakan, awal pekan tadi warga Sangatta digegerkan dengan tiga aksi pencurian dalam semalam yang terjadi di kediaman Sundoro – Pegawai Bagian Keuangan Setkab Kutim dengan kerugian Rp500 juta, Kantor Smart Finance dan Grapari Telkomsel dengan kerugian masing-masing Rp50 Juta dan Rp1,6 Juta.
Dalam aksinya kawanan pencuri berhasil membobol pintu, membuka brangkas bahkan menyeret brangkas dari tempatnya. Pengamatan Suara Kutim.com ternyata di lokasi kejadian, sama sekali tidak ada petugas jaga meski sebuah kantor yang mengelola uang dalam jumlah besar selain itu tidak terdapat CCTV. “Maling sekarang ini seperti samakin pintar, karenanya waspada dan jangan lengah,” kata Kapolres Anang Triwidiandoko.(SK-02/SK-03/SK-13)