Beranda foto Meski Banyak Buaya, Belum Ada Ternak Warga Kabo Diterkam

Meski Banyak Buaya, Belum Ada Ternak Warga Kabo Diterkam

1926
0
Muhammad ayah Mala, korban sergapan monster Sungai Sangatta, menunjukan lokasi dimana Mala diserang beberapa waktu lalu beruntung pelajar SD itu bisa selamat meski mengalami luka-luka.

SANGATTA,Suara Kutim.com (19/8)

Lokasi tempat buaya kerap menampakan diri atau berjemur.
Lokasi tempat buaya kerap menampakan diri atau berjemur.
Hulu Sungai Sangatta diakui banyak pihak sebagai tempat berkembang biaknya buaya muara yang terkenal keganasannya. Bahkan masyarakat kerap kali menemukan buaya dengan ukuran besar. Ketua RT 04 Kabo Jaya Rida kepada wartawan mengakui Sungai Sangatt yang melintasi Kabo kerap terlihat buaya, sedang berenang atau berjemur, terlebih-lebih saat sungai mengering.
Menurut Rida, banyaknya buaya muara menampakan diri di hulu Sangai Sangatta tiada lain karena lokasinya mendukung. Meski demikian, Rida menyebutkan selama ini belum pernah menerima laporan masyarakat kehilangan ternak. “Buaya memang banyak di Sungai Sangatta karena itu kepada agar tidak turun ke sungai karena bisa membahayakan diri sendiri, terlebih-lebih keberadaan buaya tidak diketahui seperti yang menimpa Bonga belum lama ini,” pesan Rida.
Sementara Rusli – seorang petani yang kerap hilir mudik di Sungai Sangatta mengakui hulu Sungai Sangatta banyak dihuni buaya terutama jenis buaya muara yang kerap menerkam manusia . Ia sependapat dengan Rida, warga tidak beraktifitas seorang diri di Sungai Sangatta karena buaya kerap timbul tanpa diketahui asalnya.
Pengalaman Rusli, buaya akan beraktifiats mencari makan mulai pagi hingga pukul 10.00 Wita setelah itu berjemur dan sore hari hingga malam kembali mencari makan. “Saya pernah melihat ada bangkai dengan ukuran besar, tiba-tiba langsung tenggelam ditarik buaya ternyata tidak lama saya melihat ada lima ekor buaya sedang melahap bangkai itu,” ujar Rusli yang punya kebun tepat di bibir sungai.(SK-02/SK-011)

Artikulli paraprakJelang Wukuf, Jamaah Haji Kunjungi Padang Arafah, Mina dan Tempat Melontar Jumrah
Artikulli tjetërDana ADD Segera Cair, Gunakan Dengan Baik Untuk Pembangunan Desa