Beranda kutim Operator KPC Terbaik Di Kompetesi Top Gun Operator se Asia Pacifik

Operator KPC Terbaik Di Kompetesi Top Gun Operator se Asia Pacifik

0
GM Mining Operation KPC Hendro Ichwanto (tengah) bersama peraih juata Operator Top Gun Asia-Pasific Edi Santoso (kiri) dan Jusron Tanjung (kanan).

Loading

SANGATTA (12/9-2017)
Edi Santoso dan Jsuron Tanjung, patut diacungi jempol. Keduanya telah mengharumkan Indonesia di kompetisi Top Gun Operator tahun 2017 yang digelar di Bali, Kamis dan Jumat, pekan lalu.
Kedua operator PT Kaltim Prima Coal (KPC) ini dinyatakan sebagai operator terbaik tingkat Asia-Pasific. Edi Santoso yang kesehariannya sebagai operator Digger Crew Bravo di Coal Mining Department, sedangkan Jusron Tanjung merupakan operator Dozer Crew Carly di Jupiter Department, menjadi duta KPC setelah mengikuti kompetesi serupa di internal KPC.
Penghargaan yang diraih Edi Santoso dan Jusron Tanjung diserahkan Nicky Suwandi, Regional Vice President PT Immersive Technologies, disaksikan General Manager Mining Operation Division (MOD) Hendro Edo Ichwanto, Superintendent Production Pit Jupiter Sugianto, Senior Engineer Mechanical Business Performance Improvement (BPID) Achmad Denial Hamdan.
Andry, Senior Engineer Mine Optimization yang juga merupakan salah satu tim seleksi Operator Top Gun mengatakan, tahun ini merupakan kali ketiga KPC mengikuti ajang Operator Top Gun Tingkat Asia-Pasific. Pertama kali diikuti KPC pada tahun 2015 dan berhasil meraih predikat Best of the best Operator Digger. Gelar ini masih dipertahankan KPC pada tahun berikutnya dan tahun 2017 ini.
“Kategori Digger, operator kita sudah menjadi yang terbaik selama tiga tahun berturut-turut. Sementara untuk kategori Dozer baru pertama kali dipertandingkan dan langsung meraih juara. Kali ini Operator KPC meraih dua dari tiga kategori yang dikompetisikan,” ujar Andry, Selasa (12/9).
Sementara Achmad Denial Hamdan dari Business and Performance Improvement (BPID) menyebutkan proses seleksi di internal KPC dilakukan setiap tiga bulan. “Yang terbaik dari tiap-tiap periode ini diadu lagi untuk mendapatkan kandidat yang akan dikirim ke tingkat Asia-Pasific,” terangnya.
Dijelaskan, tim melakukan penilaian pada tiga aspek yakni Sistem Manajemen Kinerja (SMK), observasi lapangan dan keterampilan menggunakan simulator. Diakuinya, semakin tinggi Man Ready Hour (MRH) atau jumlah jam operator bekerja diatas alat tinggi pula nilainya. “Makin tinggi MRH, maka makin tinggi pula produktivitas operator bersangkutan,” ujar Hamdan.(SK13)