Beranda foto Polisi, Gagalkan Perdagangan Manusia di Sangatta

Polisi, Gagalkan Perdagangan Manusia di Sangatta

1350
0

SANGATTA,Suara Kutim.com (28/4)
Kepolisian Resort Kutim beberapa hari lalu berhasil menyelamatkan seorang remaja dari perdagangan manusia dan akan dijadikan Pekerja Seks Komersial (PSK) pada sbeiah THM di Sangatta. Namun, siapa tersangka dan dari mana korban belum didapat karena masih pendalaman. “Memang ada kasus perdagangan manusia dengan korban seorang remaja putri, ia menjadi korban perdagangan manusia karena kondisi keluarganya yang berantakan,” ujar sumber media ini.
Keterangan yang dikumpulkan Suara Kutim.com, korban sebut saja bernama Bunga (15) dikirim seseorang dari Pulau Jawa, setiba di Sangatta wanita muda yang baru kali pertama mengingjakan kaki di Sangatta, kaget karena ia diperkerjakan di sebuah café dengan indentitas lain.
Karena tak berdaya dan harus menanggung utang selama perjalanan ke Sangatta, Bunga terpaksa bersedia dibawa seorang pria hidung belang ke sebuah hotel. Namun, ia tidak bisa “melaksanakan” tugasnya karena sedang berhalangan. “Saat itu, Bunga bercerita kalau ia dijual dan tidak mengira bakal dipekerjakan sebagai pemuas nafsu, sehingga oleh sang pria dilaporkan ke polisi,” kata sumber tadi ketika dihubungi, Selasa (28/4) siang.
Pengakuan Bunga ini langsung dikembangkan Satreskrim Polres Kutim dengan mengandeng Polres asal Bunga. Tidak, lama penjual Bunga berhasil dibekuk termasuk oknum yang mempekerjakan gadis yang mengaku masih perawan ini.
Plt Bupati Ardiasnyah Sulaiman menyebutkan Pemkab Kutim bersama Polres Kutim dalam dua hari kedepan berencana mengembalikan Bunga ke orang tuanya. “Insya Allah, jika semua beres korban perdagangan anak akan dikembalikan ke keluarganya di Jawa, sedangkan pelaku perdagangan termasuk mucikarinya sudah diamankan polisi,” kata Ardiansyah saat berjumpa ribuan peserta Seminar dan Workshop Strategi Multiple Intelligences garapan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutim.(SK-03/SK-06)

Artikulli paraprakMencuri Ranmor Sitaan Polisi, Tempat Ujian Masuk Grup ALS
Artikulli tjetërMunif Chatib : Tidak Ada Guru Tidak Bisa Mengajar