Beranda hukum Polres Kutim Belum Temukan Pengikut Taat Pribadi

Polres Kutim Belum Temukan Pengikut Taat Pribadi

1279
0

SANGATTA,Suara Kutim.com (9/10)
Banyaknya warga masyarakat yang terpikat dengan gaya penipuan Taat Pribadi (TP) bahkan korbannya sudah menyasar warga Kaltim terutama Samarinda, Polres Kutim langsung melakukan monitoring dan evaluasi. “Hingga saat ini, berdasarkan pemantauan tidak ada warga Kutim yang terkait dengan ajaran TP, meski peluangnya ada karena salah satu unit TP berdiri di Samarinda,” terang Kapolres Kutim AKBP Rino Eko.
Ditemui Suara Kutim.com belum lama ini, kapolres mengingatkan warga Kutim tidak mudah menerima bujuk rayu oknum yang bisa mengandakan uang atau emas. Ia secara khusus, mengimbau masyarakat melapor jika menjadi korban TP atau jaringannya. “Warga Kutai Timur proaktif melaporkan kepada pihak kepolisian jika menemukan adanya indikasi praktek-praktek aliran sesat, yang ada di sekitar lingkungan tempat tinggal warga. Hal ini sebagai bentuk antisipasi atau pencegahan, mengingat saat ini di berbagai media massa diberitakan tengah marak bermunculannya aliran sesat yang buntutnya penipuan,” sebut kapolres.
Sebagai daerah terbuka dan memberi kesempatan luas kepada pendatang, kapolres mengakui ada saja oknum masyarakat yang memanfaatkan situasi dengan memanfaatkan agama, sementara tujuan utamanya membodohi masyarakat. “Secara logika darimana orang bisa mengandakan uang atau emas dalam jumlah banyak, karena dibubumi agama dan saat melihat tidak mengecek keabsahannya akhirnya percaya,” ungkap kapolres.
Kepada masyarakat Kutim, Kapolres Rino Eko minta warga masyarakat segera melapor ke polisi jika melihat atau merasa ada kegiatan seseorang atau kelompok masyarakat yang tidak patut baik dalam kehidupan masyarakat sehari-hari atau beribadah. “Rahasia pasti dijamin,jika takiut ketahuan bisa kirim sms,” pesannya.(SK3)

Artikulli paraprakDana Dipangkas, Program Kampung Terpadu di Sangatta Utara dan Selatan Ditunda
Artikulli tjetërKebakaran di Jalan APT Pranoto Sangatta, Sedikitnya 5 KK Kehilangan Tempat Tinggal