Beranda ekonomi Sambut HUT Kutim ke 17, Satpol PP Bersihkan Trotoar Sepanjang Jalan Yos...

Sambut HUT Kutim ke 17, Satpol PP Bersihkan Trotoar Sepanjang Jalan Yos Sudarso Dari PKL

0
Puluhan anggota Satpol PP Kutim saat meminta seorang wanita yang berjualan sayur memindahkan dagangannya dari trotoar.

Loading

SANGATTA,Suara Kutim.com (11/10)
Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di Jalan Raya Yos Sudarso smaa sekali tidak mengindahkan peringatan Satuan Polisi Pamong Paraja (Satpol PP) Kutim, agar tidak berjualan di trotoar. Akibatnya, puluhan pencari nafkah ini ditindak dengan “mengusir” dari trotoar.
Operasi penertiban yang digelar Senin (10/10) lalu, ratusan PKL yang diberikan teguran keras dan terpaksa rombongnya disingkirkan agar tidak memakan badan jalan. ”Ini merupakan kegiatan rutin kita agar PKL sadar dan mengerti jika tidak dibenarkan berjualan diatas trotoar terlebih dijalan. Selain itu juga, penertiban ini juga merupakan upaya pensterilan jalan untuk menyambut HUT Kutim,” ujar terang Kasi Ketentraman dan Ketertiban Umum, Kasmir.
Selain PKL yang ditertibkan, pihaknya juga mengamankan semua hal yang mengganggu kelancaran trotoar seperti material pertokoan, bengkel dan kendaraan parkir. Kemudian, sekaligus menertibkan semua baleho, sepanduk, yang sudah kadaluarsa. “Jadi PKL, material, sepanduk, kita amankan semuanya. Sehingga, jalan, kawasan hijau dan trotoar sterill dari benda apapun,” katanya.
Kasmir menarget, semua PKL wajib meninggalkan trotoar paling lambat Selasa (11/10).Jika tidak, maka Satpol PP tidak segan-segan untuk mengangkat paksa barang dagangan. ”Kalau pedagang enggak mau ngangkat sendiri, kita yang akan angkat paksa. Karena teguran ini sudah yang kebeberapa kali kita layangkan. Sebenarnya, kita bisa berikan Tindak Pidana Ringan (Tipiring) tetapi karena anggaran tidak memadai, maka kita hanya sterilkan saja kepinggir,” jelasnya.
Operasi penertiban yang dimulai dari pukul 08.00 wita hingga sore ratusan personil Satpol PP dikerahkan. Ketika Satpol PP datang, para pedagang tidak melakukan perlawanan apa-apa kecuali menurut apa yang diperintahkan. “Orang kecil mas, ya nunut aja jika nggak sayur ini layu aja nggak jadi duet (uang,red),” kata beberapa pedagang.
Jika para PKL yang umumnya pedagang sayur dan buah, berbeda dengan pemilik kendaran yang tetap saja memarkirkan kendaraannya di trotoar, demikian dengan sepeda motor yang diparkir melintang hingga berjam-jam.(SK3/SK13)