Beranda ekonomi Ustadz Fuad Fansuri : Ummat Islam Bakar Kebun Dan Menyebabkan Orang Terganggu,...

Ustadz Fuad Fansuri : Ummat Islam Bakar Kebun Dan Menyebabkan Orang Terganggu, Berdosa

0
Lahan-lahan di kawasan Jalan Pendidikan Sangatta utara yang dibuka dengan cara dibakar.

Loading

SANGATTA,Suara Kutim.com (24/10)
Ummat Islam membakar lahan yang membuat kerugian orang lain merupakan perbuatan sia-sia dan berdoa meski tujuannya untuk mencari nafkah keluarga. Semakim banyak korban akibat pembakaran yang dilakukan semakin banyak dosa yang ditanggung.

Ustadz DR H Fuad Fansuri, Lc.MA
Ustadz DR H Fuad Fansuri, Lc.MA
Pendapat itu dilontarkan DR H Fuad Fansuri Lc.MA – Dosen IAIN Samarinda seusai menyampaikan khotbah Jumat di Masjid Agung Sangatta Utara, Jumat (23/10) kemarin. Kepada Suara Kutim.com, disebutkannya pembakaran lahan yang menyebabkan asap tebal dan menganggu kesehatan manusia dan hewan, termasuk melemahkan perekonomian bangsa merupakan perbuatan yang tidak disukai Allah SWT. “Kalau perbuatan yang dapat merugikan orang lain seperti mencuri, usaha orang mandek serta merugi, kesehatan orang tertanggu apalagi sampai meninggal dunia tentu suatu perbuatan yang dimurkai Allah SWT, karenanya ummat Islam yang ingin membuka ladang dengan membakar agar usahanya diberkahi Allah SWT sebaiknya jangan membakar lahannya,” imbuh pria asal Sulbar ini.
Soal asap diungkapkan Ustadz Fuad Fansuri saat menyampaikan khobat di Masjid Agung Sangatta, dalam khotbahnya yang didengar Bupati Ardiasnyah Sulaiman serta ratusan jamaah disebutkan pembakaran lahan semakin marak. “Upaya pemadaman api dan mengurangi asap, bukan tugas pemerintah semata tetapi tugas semua masyarakat terutama ummat Islam,” pesannya.
Lebih jauh, ia mengungkapkan terjadinya bencana asap dan kemarau karena keserahkan manusia yang memperlukan alam tidak benar. Membuka kebun dengan membakar, ujar Ustadz Fuad Fansuri merupakan tindakan tidak tepat karenanya alam membalas dengan memberi asap yang dapat menganggu kesehatan mahluk hidup terutama manusia.
Sekedar diketahui, pembakaran lahan untuk berladang di Kutim dalam sepekan terakhir terus meningkat akibatnya kabut asap terus melahap Kota Sangatta serta kota lainnya. Ribuan warga Kutim mengeluhkan makin maraknya asap karena aktifitas dan kesehatan mereka terganggu.(SK-04/SK-12)