Beranda hukum Karang Taruna dan GMNI Kutim, Tolak Pemangkasan Anggaran Oleh Pemerintah Pusat

Karang Taruna dan GMNI Kutim, Tolak Pemangkasan Anggaran Oleh Pemerintah Pusat

0
Suasana unjukrasa soal pemangkasan dana perimbangan oleh pemerintah pusat. Ujukrasa dimotori Pengurus Karang Taruna dan GMNI Kutim berlangsung di Kantor Bupati Kutim, Senin (15/8) pagi.

Loading

SANGATTA,Suara Kutim.com (15/8)
nasib anggaranPemangkasan dana perimbangan untuk Kutim oleh pemerintah pusat yang mencapai Rp1,4 triliun, menjadi perhatian Karang Taruna dan GMNI Kutim. Dikoordinir Halim dan Aleks Bajo, Senin (15/8) mereka bersama sejumlah pemuda lainnya menggelar unjuk rasa keprihatinan dan menilai rasionalisasi yang dilakukan berdampak langsung terhadap pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan di Kutim terutama pembangunan pedesaan.
Menggunakan sebuah mobil Nopol KT 8306 RH, Halim menyebutkan Karang Taruna se Kutim dan GMNI mendukung Bupati Ismunandar dan Wabup Kasmidi Bulang melakukan protes kepada Presiden dan Menteri Keuangan. “Kalau perlu kami siap bermalam di Gedung Menteri Keuangan,” ujarn Aleks Bajo.
Selain itu, pentolan pemuda Kutim ini juga meminta Pemkab Kutim melakukan negoisasi ulang bagi hasil SDA sebesar 40 persen kepda pemerintah pusat untuk membangun infrastruktur, kesejahteraan sosial masyarakat, pendidikan, kesehatan dan pengentasan kemiskinan. “Apa yang dilakukan pemerintah pusat tidak adil, Kutim sebagai daerah penghasil seharusnya tidak disamakan dengan daerah penerima lainnya. Saya ini orang NTT, tapi keadaan disana jumlah orang miskinnya sedikit ketimbang di Kutim,” kata Aleks.
Dalam aksinya, pengunjukrasa membawa sejumlah spanduk diantaranya bertuliskan “Karang Taruna se Kutai Timur, menolak sikap pemerintah pusat memotong APBD Kutai Timur Rp1,4 T Secara Sepihak,” selain itu terdapat spanduk dengan tulisan “Rp1,4 T hilang dari APBD Kutim bagaimana dengan program untuk desa Rp2,5 M, Pembangunan Infrastruktur, Dana Bos dan Kesehatan Gratis, Nasib TK2D dan lain-lainya,”.
Unjuk rasa yang dimulai pukul 10.30 Wita sempat tegang, karena sempat menganggu kegiatan gladi kotor peringatan Detik-Detik Proklamasi RI ke 71 yang sedang dilakukan panitia di Halaman Kantor Bupati Kutim.(SK2/SK3/SK13)