Beranda foto Ardiansyah Bicara Makna 70 Tahun IndonesiA, Kutim Harus Bisa Mandiri dan Maju...

Ardiansyah Bicara Makna 70 Tahun IndonesiA, Kutim Harus Bisa Mandiri dan Maju Masuk Tahap 4 Pembangunan

0
MINIM : Pembangunan di wilayah pedalaman Kutim diakui masih tertinggal, diharapkan dengan terbentuknya Kutai Utara tidak ada lagi wilayah yang belum tersentuh pembangunan seperti di Kecamatan Telen ini.

Loading

SANGATTA,Suara Kutim.com (17/8)
Semangat pahlawan kemerdekaan harus menyatu dalam semangat pembangunan yang sedang digalakan Bangsa Indonesia. Kedua semangat yang lahir dalam tubuh kehidupan berbangsa harus dipadukan dan tidak bisa dipisahkan karena memberi makna penting bagi Indonesia termasuk Kutai Timur.
Pendapat itu dikemukan Bupati Ardiansya Sulaiman seusai memimpin upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Ke 70, Senin (17/8) pagi tadi. Menurutnya, semangat juang yang digelorakan pahlawan kemerdekaan harus terus digelorakan dan ditanamkan dalam jiwa Bangsa Indonesia.
Menyinggung pembangunan Kutim, ia mengakui masih memerlukan perhatian serius terlebih-lebih Kutim baru menapak usia 16 tahun yang dinilainya baru masuk tahap ke empat. “Sekarang ini tahap keempat merupakan tahap tumbuh untuk membangun dan mengembangkan potensi yang ada dengan tetap meningkatkan daya saing yang ada,” ujar Ardiansyah.
Kutim sebagai daerah yang berkembang diakuinya masih memerlukan perhatian serius semua elemen masyarakat terutama Pemkab dan DPRD. Ia tidak membantah, masih banyak daerah di Kutim yang belum tersentuh pembangunan terutama di pelosok pedalaman dan pesisir.
Diakuinya pemekaran Kutai menjadi beberapa kabupaten, otomatis telah memberikan dampak positif kepada masyarakat. Ardiansyah tidak bisa membayangkan jika kondisi Muara Wahau, Kongbeng, Telen, Sangkulirang, Bengalon termasuk Sangatta jika masih dalam wilayah Kutai. “Singat saya dari sekian kecamatan di Kutai yang berkembang hanya Bontang karena sudah menjadi Kota Administratif, sementara kecamatan lain jauh dari harapan. Kondisi ini secara perlahan mulai ditingkatkan setelah kecamatan yang tertinggal dulu menjadi bagian Kabupaten Kutai Timur,” beber Ardiansyah.
Ardiansyah berharap di etafe ke empat pembangunan Kutim nanti Kutim lebih makmur, sejahtera, SDM berkualitas dan menjadi tuan rumahnya sendiri. Ia melihat, daya saing dimiliki Kutim tidak diragukan hanya belum dipoles maksimal. “Saya optimis, Kutim mampu bersaing dengan daerah lain bahkan sejumlah negara ASEAN karena daya saing yang ada mendukung, karenanya kedepan peningkatan kualitas SDM terus ditingkatkan serta punya kepedulian untuk membangun Kutim lebih baik dan maju,” harap Ardiansyah Sulaiman.(SK-03/SK-05/SK-13)