Beranda foto Bongga Bercita-Cita Segera Bekerja dan Membantu Keluarga

Bongga Bercita-Cita Segera Bekerja dan Membantu Keluarga

0
Kediaman keluarga Marten di Dusun Jawa Desa Swarga Bara Sangatta Utara. Dirumah kecil dan jauh dari sederhana inilah 12 orang berteduh dari panas dan dinginnya udara.

Loading

SANGATTA,Suara Kutaim.com(17/8)

almarhum Bongga Parabak  (19)
almarhum Bongga Parabak (19)
Bongga Parabak (19) bercita-cita ingin membahagiakan kedua orang tuanya, setelah meneyelesaikan pendidikan di sebuah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Sangatta, ia ingin segera mencari pekerjaan. “Kalau sudah kerja, ia ingin bantu kami (orang tua,.red) karena kami ini keluarga miskin,” ujar Marten – ayah Bongga Parabak.
Cita-cita mulia Bongga disambut suka cita oleg Marten dan Ester, ini tiada lain karena keduanyanya hanyalah petani yang mengandalkan kehidupan dari lahan pertanian sekitar rumah semata.
Sebagai anak laki-laki, diakui Marten, Bongga sangat patuh dan peduli dengan suadara serta orang tua. Selain itu, kepeduliannya kepada gereja tempat ia dan keluarga beribadah selama ini. “Bongga anak yang rajin dan peduli dengan kegiatan gereja, kami kerap bersama – sama untuk mensukseskan kegiatan gereja,” kenang Ester P yang sempat menangis ketika melihat jazad Bongga dievakuasi tim pencari, Minggu (16/8) kemarin dari Sungai Sangatta.
Marten menceritakan selain rajin membantu orang tua, Bongga korban keganasan Buaya Muara yang banyak bermukim di Sungai Sangatta, juga sudah membantu orang tuanya dengan mencari uang dari hasil kebun untuk biaya sekolah.
Sambil mengusap air matanya, Marten menyebutkan anak ke 6 dari 10 bersaudara merupakan anak yang ia banggakan. “Tuhan pasti punya rencana lain, meski keinginannya ingin membantu kami belum terwujud,” ujar Marten seraya memadang wajah Bongga yang tampak tersenyum setelah dibersihkan.
Seperti diwartakan, Bongga Parabak, Minggu (16/8) sekitar pukul 08.00 Wita ketika mandi di tepi Sungai Sangatta, ia tiba-tiba diterkam buaya. Kabar duka ini langsung menyebar sehingga warga masyarakat sekitar TKP langsung melakukan pencarian baik ke hulu maupun hilir TKP. “Awalnya kami menduga, Bongga terjatuh namun diketahui ia bisa berenang,” terang tetangga Marten.
Beberapa jam kemudian, salah satu warga melihat jasad Bongga dibawa buaya muara kea rah hulu tepatnya beberapa meter dari kawasan wisata alama Mentoko. Berbekal informasi penampakan pertama itu, tim gabungan dikoordinir Basarnas langsung menyisir Sungai Sangatta. Untuk keamanan juga mempermudah penankapan, Lanal Sangatta menerjunkan sejumlah anggpotanya dengan membawa senjata api laras panjang jenis AK-47 demikian dengan Polisi Air dan Udara.
Usaha pencariann tidak sia-sia, tepat pukul 14.00 Wita jasad Bongga ditemukan dan langsung dibawa ke rumah duka yang berada 100 meter dari bibir sungai. Kini jasad Bongga masih disemayamkan di rumah duka RT 4 Dusun Jawa Desa Desa Swarga Bara Sangatta Utara.(SK-02/SK-03/SK-12)