Beranda ekonomi Bupati Minta Camat Segera Laporkan Kondisi Akibat Kemarau

Bupati Minta Camat Segera Laporkan Kondisi Akibat Kemarau

1488
0
KERING : Salah satu anak sungai di Rantau Pulung yang biasanya berair dalam sepekan terakhir sudah mengering akibat kemarau. Anak sungai ini digunakan masyarakat untuk mengari sawah serta keperluan rumah tangga lainnya.

SANGATTA,Suara Kutim.com (15/9)
dialog2Sejumlah kecamatan di Kutim mengalami dampak akibat kemarau panjang. Dari laporan yang ada beberapa kecamatan seperti Long Mesangat, sudah mengalami kekurangan air, demikian beberapa kecamatan lain di luar Sangatta Utara.
Bupati Ardiansyah Sulaiman mengaku telah meminta camat untuk menyampaikan laporan kepada dirinya tentang situasi kekinian di daerah masing-masing sehingga bisa disikapi jika sampai meluas, namun sayang ia mengaku tidak ada camat yang melaporkan keadaan wilayahnya sementara warga masyarakat aktif mengirim pesan singkat. “Kepada Pak Syafruddin (Asisten Administrasi Pemerintaha,red) dan Kepala Badan Kesbangpol agar segera membuat surat ke camat guna menyampaikan laporan kekinian di daerahnya,” perintah bupati kepada kedua pejabat disela-sela Rakor Kominda Kutim, Senin (15/9).
Menurut Ardiansyah dengan pro aktifnya camat membuat laporan kondisi daerahnya, Pemkab bisa membuat kebijakan apakah Kutim masih aman atau tidak akibat kemarau. “Dengan analisa yang ada bisa diambil sikap apakah sudah masuk tanggap darurat atau tidak, sehingga kebijakan pemkab bisa diambil dengan tidak melanggar aturan yang ada seperti pengerahan mobil tangki air untuk masyarakat tanpa harus melalui proses lelang,” sebut Ardiansyah Sulaiman yang menandasakan ia bisa saja meminta bantuan TNI dan Polri untuk membantu masyarakat.
Rakor yang diikuti jajaran Forkominda serta kalangan intelijen yang tergabung dalam Kominda Kutim itu, ditegaskan Ardiansyah masalah kekeringan masalah lain yang harus menjadi perhatian pemkab.
Ia mengakui masalah titik api terhadap kebakaran hutan dan lahan, bisa diketahui melalui setelit sedangkan masalah kekeringan tidak bisa jika tidak dilihat secara langsung. “Semoga saja, dalam tiga hari kedepan para camat dibantu kepala desa sudah menyampaikan kondisi daerahnya terutama keringnya sumber air akibat kemarau,” imbuhnya seraya menambahkan laporan camat akan disampaikan ke Gubernur Kaltim.(SK-03/SK-12)

Artikulli paraprakKebun Sawit Ludes Dilahap Api, Kerugian Miliaran Rupiah
Artikulli tjetërRAPBD Kutim Diusulkan Rp2,7 Triliun, Kebutuhan Rp3 Triliun