Beranda kutim Dikritik, Animo Masyarakat Tetap Tinggi Nonton Film Penghianatan PKI

Dikritik, Animo Masyarakat Tetap Tinggi Nonton Film Penghianatan PKI

891
0
Suasana penonton menjelang pemutaran film G 30 S PKI oleh Kodim )909 Sangatta bersama Lanal Sangatta di Gedung Serba Guna Pemkab Kutim.

SANGATTA (28/9-2017)
Meski banyak dikritik dan dituding berbau pesanan orde baru, ternyata animo masyarakat untuk meninton film penghianatan Partai Komunis Indonesia (PKI) terhadap bangsa Indonesia, tetap tinggi.
Ini terekam saat Kodim 0909 Sangatta menggelar pemutaran film besutan Arifin C Noer ini, di Gedung Serba Guna Pemkab Kutim, Kamis (28/9). Film yang putar utuh selama tiga jam lebih, tak menyurutkan semangat warga. “Masalah film G30 S PKI tidak bakal disiarkan di televisi sementara filmnya banyak mengandung nilai sejarah, serta mengandung pesan akan bahayanya PKI dan ideologinya yang suatu saat bisa hadir lagi,” kata Suryan – warga Sangatta.
Danlanal Sangatta Letkol Laut (P) Mulyan Budiarta bersama Kasdim 0909 Sangatta Mayor Inf Syawaluddin, tak menduga anomi masyarakat untuk menontong film yang sebagian menyajikan film dokumenter saat sejumlah korban kebiadaban PKI terhadap prajurit TNI-AD. “Masyarakat wajib sadar, karena bila dibiarkan paham-paham yang dikembangkan PKI bisa kembali tumbuh subur karena sebagian masyarakat tidak mengetahui sepak terjang PKI sejak tahun 1948 hingga tahun 1965,” terang Danlanal.
Kasdim Syawaluddin menegaskan PKI berdasarkan Tap MPRS, tidak boleh hadir di Indonesia termasuk faham-fahamnya, namun kenyataanya secara perlahan faham ideology komunis ingin ditumbuhsuburkan lagi seperti mengenalkan lambang PKI baik pada koas, spanduk bahkan dipamerkan pada pawai pembangunan. “Warga masyarakat, harus faham serta mengerti sejarah bangsa terutama saat PKI mulai berkuasa dimana banyak ulama dan satri pondok pasantren dibunuh, jadi peristiwa di Lubang Buaya Jakarta itu salah satu kekejaman yang dilakukan PKI,” tandas Kasdim Syawaluddin.
Sekda Irawansyah menyatakan Pemkab Kutim mengapresiasi kegiatan yang dikelola Kodim 0909 Sangatta, karena sejarah tidak bisa dilupakan. “Banyak negara maju dan berkembang karena mereka tidak ingin peristiwa kelamnya terulang, karenanya pemutaran film G30 S PKI yang sempat vakum beberapa tahun bisa membantu masyarakat memahami apa dan bagaimana sepak terjang PKI,” ujar Irawasnyah.(SK3)

Artikulli paraprakKawanan Pembunuh Vicky Segera Diadili, Didakwa Dengan Pembunuhan Berencana
Artikulli tjetërDanlanal Sangatta Minta Nelayan Tidak Gunakan Alat Tangkap Dilarang