Beranda foto Forum SKPD, Tempat Memadukan Lintas Program

Forum SKPD, Tempat Memadukan Lintas Program

1414
0
Wabup Ardiansyah Sulaiman menerangkan soal pembangunan di Kutim seusai membuka Forum Gabungan SKPD, Selasa (3/3) pagi.

SANGATTA,Suara Kutim.com (3/3)
Forum gabungan SKPD mampu meningkatkan kualitas kinerja masing-masing SKPD, capaian kinerja lebih baik apabila diawali perencanaan yang baik dan matang. Proses perencanaan dan penganggaran yang meningkat kualitasnya pada critical pointnya terjalin hubungan antara input, proses dan output atau out come.
Wabup Ardiasnyah Sulaiman saat memberikan arahan pada prioritas pembangunan 2016 di Forum Gabungan SKPD, Selasa (3/3) menegaskan suatu tantangan yang dihadapan jajaran Pemkab Kutim tahun 2016 adanya pergantian kepemimpinan.
Ia menyebutkan, proses anggaran untuk tahun 2016 sudah bergulir sampai disahkan dewan kemudian diimplementasikan oleh pemkab sejak awal Januari 2016, sementara pergantian kepemimpinan akan terjadi pada 13 Februari 2016. “Masa transisi itu tentu tidak boleh ada kekosongan, karena proses perencanaan kedepan akan disesuai dengan visi dan misi kepala daerah terpilih. Dengan jeda waktu yang ada, tentu memerlukan kesesuaian sehingga tetap terhubung dengan visi dan misi kepala daerah mendatang,” imbuh Ardiansyah.
Disaksikan Agus Aras mewakili pimpinan dewan serta anggota DPRD lainnya, program Gerbang Taman Makmur yang dibuat lima tahun ditegaskanya tidak jauh dari Program Gerdabang Agri yang digarap Awang Faroek Ishak ketika memimpin Kutim. “RPJMD Kutim harus mengacu pada RJMD Provinsi Kaltim yang juga mengacu pada RPJMD Nasional, jangan sampai arah pembangunan hanya menjadi sebuah dokumen sehingga saat transisi pemerintahan masing-masing SKPD melakukan serangan liar,jika sampai terjadi akan membuat kerancuan dalam capaian pembangunan yang akhirnya ambruk,” pesan Ardiansyah Sulaiman seraya mengingatkan hubungan kelanjutan pembangunan antar waktu.
Forum Gabungan SKPD yang diikuti berbagai pihak termasuk camat dan kepala SKPD, disebutkan Kepala Bappeda Suprihanto salah satu tahapan dalam suatu proses perencanaan pembangunan daerah yang berorientasikan kepada pembangunan berdasarkan pendekatan kewilayahan, berbasiskan pada pembangunan komunitas dengan tetap memperhatikan program – program sektoral. “Forum gabungan dalam rangka merumuskan program prioritas pembangunan diharapkan ada titik temu antara top down planning dengan bottom up planning,” jelas Suprihanto.(SK-07)

Artikulli paraprakGiliran Alfian Aswada dan Aw Ferdian Merapat ke NasDem
Artikulli tjetërAsset Pemkab, Terbanyak di BP