Beranda foto Gonta – Ganti Kebijakan Pendidikan, Berdampak Terhadap Mutu Pendidikan

Gonta – Ganti Kebijakan Pendidikan, Berdampak Terhadap Mutu Pendidikan

1584
0

SANGATTA,Suara Kutim.com (22/4)
Berubah-berubahnya kebijakan di dunia kependidikan yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir dinilai Plt Bupati Ardiansyah Sulaiman, akan membuat pelaku pendidikan kebingunan. Terlebih-lebih dengan ditariknya proses pendidikan di tingkat SMU menjadi kewenangan pemerintah pusat yang dilimpahkan ke pemprov. “Kita tidak bisa membayangkan bagaimana kepala sekolah dan guru yang berada di Sandaran dan Busang sana ketika harus berurusan ke Samarinda,kondisi ini tentu akan menghambat proses pembangunan dunia pendidikan,” ungkap Ardiansyah.
Berbicara dalam seminar pendidikan garapan STAI Sangatta, Rabu (22/4) Ardiansyah menyebutkan banyak terjadi perbedaan atau kontradiksi antarUU seperti UU Pendidikan dan peraturan. Dalam kacamatanya, perubahan kurikulum selama ini diakui pria yang pernah menjadi guru di SMU Muara Ancalong, tiada lain untuk memperbaiki mutu pendidikan sehingga lahir model kurikulum 2013. “Sayangnya kurikulum 2013 ini dianggap kurang pas atau kurang siap sehingga ditunda, padahal sudah disusuaikan dengan dengan perkembangan jaman,” ujar Ardiansyah.
Dalam seminar yang menampilkan Abdul Rozak seorang pratisi pendidikan dari Jakarta serta Zurqoni – Wakil Rektor I Bidang Akadamik dan Kelembagaan IAIN Samarinda, Ardiansyah menaruh harapan ada kesamaan visi dan misi dalam pengembangan dunia pendidikan sehingga tidak berubah-berubah yang bisa membuat pendidikan jalan ditempat.
Sebagai kepala daerah, ia mengaku prihatin jika kebijakan pendidikan kerap berubah akan berdampak terhadap pengembangan pendidikan sementara Indonesia akan menghadapi era Masyarakat Ekonomi Asia (MEA). “Dunia pendidikan harus dimatangkan sehingga anak bangsa, mampu bertahan atau bersaing dengan masyarakat dunia lainnya terlebih-lebih MEA segera diberlakukan,” kata Ardiansyah.
Seminar yang bertajuk Peluang dan Tantangan Dalam Menata Pendidikan Dalam Menata Pendidikan Indonesia di Era Globalisasi. “STAIS ingin menjadi salah satu pencetak generasi muda Kutim yang berkulitas dan berdaya saing dalam dunia internasional,” kata Ketua STAIS Siti Hidajah.(SK-06/SK-011)

Artikulli paraprakBonus Atlit Porprov Menunggu SK Bupati
Artikulli tjetërCalon Tidak Bisa Diganti, Kecuali Berhalangan Tetap