Beranda kesehatan Hanya 4 Bulan, Sudah Terjadi 1.053 Kasus di BD di Kutim

Hanya 4 Bulan, Sudah Terjadi 1.053 Kasus di BD di Kutim

0

Loading

SANGATTA,Suara Kutim.com (20/5)
Demam berdarah dengue (DBD) kembali mengancam warga Kutai Timur (Kutim). Data Dinas Kesehatan (Dinkes) hingga bulan April terjadi 1.053 kasus. Sedangkan pada tahun 2015 hanya 654 kasus DBD. “Hanya empat bulan sudah terjadi lonjakan 95 persen dalam kasus DBD jika dibandingkan tahun 2015 lalu,” terang Kadis dr Aisyah.
Didampingi Kabid P2PL Muhammad Yusuf, Jumat (20/5) disebutkan walaupun demikian kasus DBD di setiap kecamatan terjadi penurunan, namun tidak signifikan. “Kasus DBD menyebar hampir merata di seluruh Kecamatan di Kutim. Beberapa kecamatan yang pada tahun lalu tidak pernah ditemukan adanya kasus DBD, pada tahun ini sudah ada laporan seperti Sandaran yang pada tahun lalu nihil DBD, namun yang masih tergolong nihil yakni Long Mesangat, Muara Ancalong dan Busang,” timpal Yusuf meski ia tetap curiga ada kasus karena belum dilaporkan.
Disebutkan, Pemprov Kaltim sudah masuk zona merah dan peringkat kedua se-Indonesia dalam kasus DBD. Sementara Kutim menduduki peringkat pertama se-Kaltim secara angka absolut dan berada di peringkat kedua jika berdasarkan insiden ret.
Yusuf menambahkan, upaya yang dilakukan bagaimana masyarakat sadar dan mengubah pola hidup mereka dengan cara melakukan pencegahan terhadap penularan DBD. Ia menandaskan, masyarakat tidak hanya mengharapkan dilakukannya foging jika ditemukan adanya kasus DBD di lingkungan mereka. “Foging bukanlah solusi utama dalam penangan DBD. Namun yang terpenting bagaimana masyarakat mampu menjadi kader jumatik untuk keluarganya sendiri, yang bisa mencegah hidup dan berkembang biaknya jentik-jentik nyamuk aides agepty yang nantinya berkembang biak menjadi nyamuk demam berdarah. Tentu dengan menerapkan pola hidup sehat, bersih-bersih lingkungan dan melakukan 3M plus,” pesan Aisyah.(SK3)