Beranda kutim Ismu Ingin Bangun Penakaran Buaya Sesuai Kondisi Alamnya

Ismu Ingin Bangun Penakaran Buaya Sesuai Kondisi Alamnya

0

Loading

BANYAKNYA warga masyarakat diterkam buaya muara, termasuk yang ditangkap masyarakat karena mengancam lingkungan mereka. Menjadi perhatian Bupati Ismunandar, sehingga ia berencana kembali mewacanakan pembuatan penakaran buaya guna mengamankan buaya yang berada di kawasan pemukiman masyarakat.
“Lokasi penangkaran tersebut sudah ditangani dinas pertanahan dan tata ruang kutim,” sebut ismu.
Rencana pembangunan penangkaran buaya bermula keprihatinan Pemkab Kutim maraknya konflik masyarakat dengan buaya. Selama ini, ujar Ismu, buaya yang diburu dan ditangkap oleh warga diserahkan kepada balai TNK.
Ia mengungkapkan, habitat baru tempat buaya tersebut dititipkan jauh berbeda dengan kondisi habitat aslinya.
Penangkaran buaya itu ditegaskan ismu, mulai dibangun tahun depan ini. Ia mengakui, konsep penakarannya, menyerupai dengan habitat asli dari predator berdarah dingin tersebut sebelumnya hidup dan nerkembang biak. “Buaya hasil tangkapan warga nantinya akan langsung ditempatkan di penangkaran, selain menjadi tempat pelestarian buaya juga dijadikan sebagai lokasi wisata keluarga,” sebutnya.
Kasus buaya menerkam manusia belum lama ini terjadi di Jalan Soekarno – Hatta Sangatta, korbannya Ny Salabiah (30) warga Desa Swarga Bara. Akibat terkaman monster Sangatta, ia mengalami luka di tangan bahkan tangan kananya patah.
Namun beberapa jam kemudian, sang monster berhasil ditangkap warga kemudian dibawa ke Samarinda setelah sehari diamankan di Sekretariat KKB Kutim.(ADV-Humas Kutim)