Beranda ekonomi Isran : Tugas Utama Penyuluh Membina Petani

Isran : Tugas Utama Penyuluh Membina Petani

1709
0
Bupati Dr Isran Noor saat meninjau kolam pengembangbiakan arwana super red yang digemari banyak pihak terutama warga Singapura.(Foto Humas/Muhtar)

SANGATTA,Suara Kutim.com (12/3)
Bupati DR Isran Noor sebagai Ketua DPP Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani) minta petugas penyuluh lapangan (PPL) mampu membina petani hingga mampu mengolah lahan dan menjadi petani andal. Sebagai mantan penyuluh pertanian, Isran menyebutkan petani punya andil besar dalam penyediaan pangan Indonesia demikian dengan seorang PPL yang selalu berada bersatu dengan petani.
Dalam kunjungannya ke Kampar, Isran yang selalu didampingi Bupati Kampar dan sejumlah pejabat Pemkab Kutim, Kamis (12/3) sempat melakukan peletakan batu pertama pabrik pengolahan industry hilir CPO PT Sungai Pinang Malindo. Perusahaan perkebunan kelapa sawit yang berdiri atas kerjasama dua negara ini, kini telah mampu menghasilkan 40 turunan atau industri hilir dari CPO seperti minyak makan, margarine, sabun serta kosmetik.
Kepala Bagian Humas Setkab Kutim, Muhtar, Kamis (12/3) menerangkan, saat bertemu dengan petani di kabupaten yang kaya dengan perkebunan kelapa sawit, Isran juga mengingatkan penyuluh pertanian kreatif dan inovatif dalam mendorong peningkatan produktivitas pertanian terutama dalam memanfaatkan limbah perkebunan dan pengolahan CPO. “Para penyuluh pertanian lebih kreatif dan inovatif untuk mendorong peningkatan produksi pangan, selain itu lebih banyak bekerja daripada bicara,” pesannya dalam Rapat Koordinasi XIV Perhiptani di Kabupaten Kampar Riau, Rabu (11/3) malam.
Sebagai PNS yang meniti karir dari dunia pertanian terutam penyuluh, Isran mengakui fungsi dan peran penyuluh pertanian belum diakomodir dalam peraturan perundangan. “Undang-undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah belum mengakomodir peran penyuluh pertanian, karena itu akan saya perjuangkan agar bisa diakomodir,” katanya.
Isran yang telah menyatakan mengundurkan diri sebagai Bupati Kutim, bertekad untuk tetap dalam lingkungan dunia penyuluh. “Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang kaya akan sumber daya alamnya, lahan pertanian luas namun belum bisa memberikan pengaruh besar kepada petani, melalui penyuluh pertanian ada kewajiban utama yang harus dilakukan yakni berupaya membina dan mengarahkan petani agar bisa lebih sejahtera,” imbuhnya.(SK-06)

Artikulli paraprakMulai Ada Titik Temu Soal Enclave TNK
Artikulli tjetërErly : Gunakan Dulu Enclave Yang Ada