Beranda ekonomi KalFor Project Optimalkan Peran Akademik Perguruan Tinggi di Kutim, Usung SDA Berkelanjutan

KalFor Project Optimalkan Peran Akademik Perguruan Tinggi di Kutim, Usung SDA Berkelanjutan

20
0
Staf Ahli Bupati Kutai Timur Bidang Ekonomi Pembangunan Kutim, Sulastin saat membua acara FGD STIPER Kutim

SuaraKutim.com, Sangatta – Demi mewujudkan optimalisasi dan konservasi sumberdaya lahan di Kutai Timur. Kalimantan Forest (KalFor) Project fasilitasi paparan seminar hasil penelitian dan pengabdian dosen Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER) Kutai Timur.

Kepala Regional Fasilitataor KalFor Project Panthom Priyandoko, menyampaikan bahwa seminar hasil penelitian ini dibuat dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD) hybrid online dan offline. Dengan mengundang Staf Ahli Bupati Kutai Timur Bidang Ekonomi Pembangunan Kutim, Sulastin, perwakilan SKPD Kab Kutim, Pewakilan Kementrian LHK dan BAPPENAS, serta ratusan mahasiswa STIPER Kutim. Hotel Royal Viktoria Selasa (12/13/22).

Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa rencana program KalFor telah dimulai sejak tahun 2017-2024 yang berfokus pada penguatan perencanaan dan pengelolaan hutan di luar kawasan hutan di Kalimantan. Dengan berfokus kepada empat komponen yakni, kebijakan, demonstrationt area, insentive di kelompok masyarakat atau pihak-pihak yang telah melindungi kawasan hutan, dan keempat knowledge managemen.

“Nah ini masuk pada komponen ke empat, jadi sharing dari karya-karya yang sudah dihasilkan oleh STIPER  kepada semua, saya juga mengundang mitra pembangunan, mudah-mudahan ada sesuatu yang bisa ditindaklanjuti.” tuturnya.

Dikesempatan yang sama Ketua STIPER Kutim, Prof. Ir Juraemi, M.Si menyampaikan bahwa kegiatan yang dilakukan oleh KalFor sejalan dengan visi-misi Perguruan Tinggi yang ia pimpin. yaitu menjadikan pusat pendidikan, penelitian, pengabdian dan pengembangan ilmu pertanian melalui pemanfaatan lahan pasca tambang dan marginal, serta pengembangan berbagai komoditi pertanian di lahan perkebunan, hutan dan wilayah pesisir untuk mendukung pengembangan agribisnis dan agroindustri yang berkelanjutan.

“Saya kira ini tentu saja sejalan dengan apa yang di inginkan oleh KalFor, tentu kami sebagai pimpinan perguruan tinggi selalu mengarahkan dosen-dosen dalam rangka untuk menjaga keseimbangan keragaman hayati dan ekosistem yang ada di Kutim,” jelasnya

Para Dosen dan STIPER Kutim bersama Karya Ilmiah yang akan dipaparkan.

Sejalan dengan hal tersebut Staf Ahli Bupati Kutai Timur Bidang Ekonomi Pembangunan Kutim, Sulastin menyampaikan bahwa Pemkab Kutim dalam hal ini mendukung program KalFor, dan meminta penelitian dapat juga diarahkan untuk mengembangkan sektor lahan pasca tambang.

“Saya lebih menekankan pada lahan-lahan bekas tambang itu tadi, bagaimana kita dapat mengolahnya, karena kita bisa manfaatkan dan undang investor, ini kesempatan yang sangat bagus bagi dosen-dosen STIPER, kita selaku pemerintah daerah sangat mendukung,” pungkasnya.

Artikulli paraprakBPBD Kutim Gelar Pelatihan Masyarakat Peduli Api Tingkat Desa di Kecamatan Kaubun, Jadi Ujung Tombak Penanganan Karhutla
Artikulli tjetërTujuh Desa Di Kutim Jadi Binaan KalFor, Siap Optimalkan Kawasan Hutan