Beranda ekonomi Kerupuk Kerang Muara Bengalon, Enak dan Gurih

Kerupuk Kerang Muara Bengalon, Enak dan Gurih

3614
0
Kerupuk Kerang buatan wanita Desa Muara Bengalon sedang dijemur sebelum dipasarkan

SANGATTA,Suara Kutim.com (4/3)
Kaum wanita Desa Muara Bengalon Kecamatan Bengalon, kreatif memanfaatkan sumber daya alam yang ada. Salah satu usaha yang digandrungi membuat kerupuk dengan bahan baku kerang. “Beberapa bulan ini kami membuat krupuk kerang, anggotanya ibu-ibu rumah tangga,” terang Nurliah anggota Kelompok Usaha Baru (KUB) Desa Muara Bengalon, disela-sela menyambut kedatangan Bupati Isran Noor dan rombongan, Minggu (1/3).

Cangkang kerang yang dibuang ke sungai, padahal bisa dibuat hiasan
Cangkang kerang yang dibuang ke sungai, padahal bisa dibuat hiasan
Kerupuk kerang produksi Muara Bengalon ini, diakui Nurliah masih kecil namun peminatnya cukup tinggi karena berbeda dengan kerupuk lain. Karenanya bahan baku utamanya terbilang sulit, tak pelak satu bungkus Kerupuk Kerang dijual Rp80 ribu per bungkus lebih murah kerupuk Belida yang dipasarkan warga Muara Pahu Kutai Barat. “Kenapa mahal karena bahan utamanya yakni kerang sulit, untuk membuat beberapa bungkus diperlukan minimal satu kilogram kerang,” beber Nurliah.
Lebiih jauh, Nurliah menerangkan kerupuk kerang buatan warga Muara Bengalon pemasaranya terbatas yakni hanya sekitar Bengalon dan Sangatta, termasuk dititipkan ke Ola Sabara – pusat oleh-oleh yang didirikan KPC. “Kami juga membuat krupuk udang dan ikan, hasilnya memang belum maksimal karena terkendala banyak hal seperti pengemasan, pemodalan serta upaya menjaga kualitas,” bebernya.
Bupati Isran Noor dan istri saat menikmati kerupuk kerang, berkali-kali memuji bahkan ia meminta ditingkatkan produksinya. Senada dengan Isran Noor, Wabup Ardiasnyah juga memberi apresiasi dan menjanjikan Disperindag serta Dinas Koperasi ikut memperhatikan usaha warga Muara Bengalon. “Kalau usaha kaum wanita di Muara Bengalon ini dilakukan pembinaan dan diarahkan ditambah permodalan yang baik, tentu akan memberikan manfaat banyak kepada masyarakat,” ujar Ardiasnyah.
Menurutnya jika daging kerang dijadikan bahan baku kerupuk, cangkangnya bisa dibuat hiasan. “Tadi saya lihat banyak cangkang kerang hanya dibuang ke sungai, itu jika dibuat hjasan tentu akan menjadi nilai tambah bagi masyarakat,” sebut Ardiansyah.(SK-09)

Artikulli paraprakMTQ Kutim Habiskan Rp6,7 M, Untuk Pameran Rp1,5 M
Artikulli tjetërDalami Masalah Ketenagakerjaan, Komisi D Bentuk Panja