Beranda ekonomi Seperti Tamu Biasa, Pengunjung Disajikan Lampah Kuning

Seperti Tamu Biasa, Pengunjung Disajikan Lampah Kuning

1537
0
Suasana wisatawan saat menikmati hidangan khas Belitung yang disajikan Keluarga Norsidah.

KONDISI Desa Gantong memang sederhana, terlebih-lebih ia bukan termasuk dalam wilayah Kecamatan Manggar yang menjadi ibukota Kabupaten Belitung Timur. Meski statusnya desa, namun penataan desanya memang luar biasa mungkin pengaruh dari kebiasaan pekerja tambang timah yang dulunya “sempat” dibina Belanda.
lempah Sepanjang jalan dalam Desa Gantong, tidak menemukan bangunan yang hanya beberapa meter dari median jalan. Rumah-rumah masyarakat, terlebih milik perusahaan Timah semuanya berada jauh dari bibir jalan sehingga memudahkan pemerintah untuk membuat drainase atau memasang pipa air bersih atau telepon termasuk listrik.
Lingkungan yang bersih dan segar benar-benar membuat wisatawan terkesima, terlebih-lebih bagi warga Jakarta yang selama ini dijajal dengan kesemaruatan lalulintas serta polusi. Tidak heran, sejumlah warga Jakarta yang datang ke Gantong, benar-benar menikmati kesejukan udara desa. Minimnya kendaraan berlalu-lalang, membuat masyarakat dengan bebas berlalu-lalang. “Disini hanya Pak Polisi saja yang berhelm,” kata Hasbih.
Selain udaranya yang segar dan lingkungan bersih, Desa Gantong punya tempat makan yang lain dari yang lain. Sebuah rumah milik Keluarga Ibu Norsidah yang berada di lingkungan eks perumahan karyawan Tambang Timah, ternyata kerap menerima tamu untuk menikmati kuliner khas Belitong yakni Lempah Kuning.
Dikediaman Ibu Norsidah, pengunjung diterima seperti tamu biasa. Jangan berharap ada meja makan layaknya restoran. Sambil tuan rumah masak, pengunjung dipersilahkan menikmati ruang tamu yang seluas 15 M2. Sedangkan untuk, tamu disediakan tikar yang terbuat dari daun, setelah itu tamu dibawakan sebuah namun yang tertutup.
Cara makan warga Belitong inilah yang membuat siapapun tidak akan melupakan, terlebih-lebih yang lidahnya sama. “Ayo silahkan pak, anggap saja seperti rumah sendiri,” kata suami Ny Norsidah.
Kepada Suara Kutim.com, sang tuan rumah mengaku hampir setiap hari kedatangan tamu. Untuk menyediakan makanan khas Belitong, Norsidah dalam waktu tertentu terutama libur dibantu keluarganya diantaranya Malta – alumni IPDN Jatinangor yang kini berkerja di Pemkab Belitung Timur. “Kami sengaja membuka usaha ini dengan konsep kekeluargaan, setiap tamu yang datang seperti layaknya orang bertamu. Jika selama ini orang datang dalam bentuk konsep restoran tentu sudah jenuh, karenanya kami mencoba dengan konsep lain yakni tamu keluarga,” ujar Ny Norsidah.(SK-09/bersambung)

Artikulli paraprakIsmunandar : Amanah Rakyat, Saya Tetap Maju Meski Masih Lama Pensiun
Artikulli tjetërArdiansyah : TMMD Bermanfaat Bagi Daerah