Beranda kutim Masyarakat Telen Harapkan Jembatan Segera Rampung

Masyarakat Telen Harapkan Jembatan Segera Rampung

0
Kondisi di lokasi proyek Jembatan Telen, Kamis (25/1).

Loading

SANGATTA (6/1-2019)

                Pembangunan Jembatan Telen yang berada di Desa Muara Pantun diharapkan warga masyarakat segera dirampungkan kontraktor, pasalnya warga sangat membutuhkan. Harapan itu, sejumlah warga Telen ketika bertatap muka dengan jajaran PWI Kutim yang melakukan Safari Jurnalistik, Kamis (24/1).

                Dalam pertemuan yang digelar di BPU Desa Muara Pantun, Camat Telen Edy Sofyansyah  membenarkan jembatan yang menyeberangi Sungai Telen, dinantikan masyarakat karena akan mempercepat arus barang dan orang dari dan ke Muara Pantun yang seterusnya mencapai ruas trans Kalimantan atau Jalan Sangatta – Muara Wahau. “Informasi pihak kontraktor, pekerjaan proyek jembatan segera dilanjutkan karena sejumlah material sudah datang hanya saja menunggu ponton dari Berau yang kini sedang dalam perjalanan ke Telen,” terangnya.

                Kepala Desa Muara Pantun bersama Kepala Adat Muara Pantun, Syahbudin, mengakui selama ini warga masyarakat harus menggunakan ferri dengan tarif sepeda motor Rp10 ribu dan mobil Rp50 ribu, sementara aktifitas masyarakat tinggi terutama yang akan bekerja di kebun kelapa sawit.

                Pembangunan Jembatan Telen dilakukan dengan sistem multy years dengan nilai kontrak lebih Rp40 M. Proyek paling besar di Telen ini, mulai dibangun tahun silam bersamaan peletakan batu pertama gardu PLN yang lokasinya hanya berjarak beberapa meter dari proyek jembatan.

                Namun sayang di lokasi proyek saat ini baru tampak tiang-tiang pancang, selain itu pondasi jembatan serta tumpukan batu. Aktifitas di lokasi proyek benar-benar stagnan, sehingga warga mendunga proyek Jembatan Telen, macet.

                Camat Edy Sofyahsyah ketika menyertai wartawan ke lokasi, sempat menanyakan rencana kegiatan proyek yang bakal menjadi icon Telen ini. “Semoga saja, cepat selesai karena warga sudah menantikan. Kalau ada masalah jangan segan-segan untuk berkoordinasi dengan kecamatan,” pesan Edyu Sofyan.

                Kepala Desa Muara Pantun, Armia menyebutkan dukungan masyarakat terhadap proyek jembatan, tinggi. Karenanya, saat diusulkan dana desa (DD) salah satunya digunakan untuk pembebasan lahan jembatan, warga mendukung. “Lahan yang digunakan merupakan hibah desa yang dibeli dari DD, karenanya masyarakat berharap segera diselesaikan pekerjaanya,” sembut Armia.(SK11)