Beranda kutim Meski Hujan, Warga Gunung Kidul Tetap Semangat Bersama Sandi

Meski Hujan, Warga Gunung Kidul Tetap Semangat Bersama Sandi

627
0

YOGYAKARTA (8/4-2019)

                Titiek Soeharto mengingatkan warga Wonosari Gunung Kidul Yogyakarta untuk mensukseskan Pemilu dan membuat pesta demokrasi terbesar di Indonesia lebih aman dan damai. Dalam kampanye bersama Capres Sandiaga Uno belum lama ini, ia menyebutkan hujan yang melanda Wonosari sebagai rahmat.

Dalam kampanya yeng diikuti ribuan warga Gunung Kidul itu, Titiek menyimak dengan serius  orasi  Sandi Uno, demikian dengan warga yang mesih basah kuyup tetap menyimak pesan  Mbak Titiek, Hanafi Rais, politisi Partai Demokrat, Roy Suryo – Ketua DPD Partai Demokrat DIY, Heri Sebayang dan Wakil Bupati Kabupaten Gunungkidul, Immawan Wahyudi.

Mbak Titiek dengan warga Gunung Kidul

Sandi mengenakan kaos  warna biru dipadu celana krem dan sneakers hitam, serta berkopiah khas Kalimantan yang kemudian dihadiahkannya kepada salah seorang peserta kampanye, menyebutkan  hujannya masih air tidak apa-apa. “Terpenting jangan lupa tanggal 17 April ke TPS, Tusuk Prabowo Sandi,” ujarnya disambut sorak sorai pendukungnya.

Selain memiliki kaitan politik sebagai pendukung pasangan capres-cawapres 02, Mbak Titiek memang telah lama kenal dekat dengan keluarga besar Sandiaga Uno. Caleg Partai Berkarya untuk Dapil DIY itu pernah bercerita soal kedekatan keluarganya dengan keluarga Sandi. “Sandiaga Uno itu, ibunya dekat dengan keluarga saya. Mertua Pak Sandi  yakni Pak Abdul Aziz Marzuki adalah sahabat dekat alm Pak Probosutejo,” kata Titiek beberapa waktu lalu.

Sementara dalam orasinya Mbak Titiek kembali berpesan agar warga masyarakat berani memilih pemimpin yang pas dengan hati Nurani.  “Pilihlah yang paling pas dengan hati nurani Bapak Ibu semua,” kata Titiek sembari menekankan bunyi pada kata ‘pas’ yang ia katakan.

Titiek juga meyakini, sambutan meriah dari rakyat pada setiap kampanye pasangan Prabowo-Sandi mencerminkan bahwa rakyat sudah sangat rindu dengan pemimpin amanah dan kapabel. Rindu akan pemimpin yang punya kemampuan untuk melakukan perbaikan bagi Indonesia ke depan, yakni yang bisa membangun bangsa, segera mengentaskan kemiskinan dan memerangi kebodohan agar Indonesia bisa sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia. (ADV-SK12)

Artikulli paraprakDanramil Sangkulirang Senang Bisa Kembali Kunjungi Anggota LVRI
Artikulli tjetërAktivis Anak Dilatih DPPA Kutim