Beranda hukum Mul Ditangkap Saat Mau Lari ke Samarinda

Mul Ditangkap Saat Mau Lari ke Samarinda

0
Tersangka Mul ketika digiring tim Reskrim Polsek Muara Bengkal, serta tempat tinggal Mul di Muara Ancalong yang menjadi salah satu sasaran tim pemburu Mul.

Loading

SANGATTA (3/1-2018)
Usaha keras jajaran Polsek Muara Bengkal dibantu Polsek Muara Ancalong serta Polres Kutim, memburu Mul (41), Rabu (3/1) berbuah manis. Mul yang berencana melarikan diri ke luar Muara Bengkal dengan menumpang mobil pedagang pasar malam, tak berkutik ketika tim Unit Reskrim Muara Bengkal membekuknya.
Keterangan yang diperoleh Suara Kutim.com, terduga Mul ditangkap pukul 07.00 Wita di Muara Bengkal. Penangkapan Mul, membuat warga kaget. Tim Reskrim Polsek Muara Bengkal yang berkerja siang malam, sempat terkecoh dengan informasi Mul setelah melakukan penganiayaan melarikan diri menggunakan perahu milik orang.
Saat dibekuk, ujar sumber Suara Kutim.com, Mul sempat terdiam terlebih ketika tangannya diborgol. Tertangkapnya Mul yang dikabarkan masih membawa senjata tajam, membuat warga Muara Bengkal, senang. “Syukurlah, Mul sudah tertangkap mari kita serahkan semuanya ke aparat hukum untuk memprosesnya sesuai kesalahannya,” kata Aer – warga Benua Baru.
Kabar tertangkapnya Mul dibenarkan Kapolres Kutim AKBP Teddy Ristiawan, namun kapolres belum bisa memberikan keterangan rinci karena Mul masih dalam pemeriksan di Polsek Muara Bengkal. “Benar, Mul terduga penganiayaan Ema sudah diamankan di Muara Bengkal,” terang kapolres.
Seperti diberitakan, Ema Yani (30) warga Jalan Manggis RT 11 Desa Benua Baru Kecamatan Muara Bengkal, Senin (1/1) malam merenggang nyawa akibat dianiaya Mul (41). Keterangan yang didapat Suara Kutim.com, Ema dianiaya Mul yang tiada lain suaminya mengalami luka mengenaskan di tubuhnya akibat senjata tajam.
Meski demikian, warga sekitar TKP mengaku tidak mengetahui persis masalah apa yang menyebabkan Mul gelap mata dan harus menganiaya istrinya. “Kejadiannya pukul 21.30 Wita, saat itu warga sedang asyik nonton televisi tiba-tiba ada teriakan minta tolong ternyata Ema sudah dalam keadaan luka mengenaskan,” kata sumber media ini ketika dihubungi via telepon.
Akibat luka yang dialami wanita kelahiran Malang – Jawa Timur tanggal 17 November 1988 ini, nyawanya tak bisa diselematkan. Disebutkan, selain luka di tangan, Ema juga mengalami luka di bagian perut.
Kepastian Ema diduga kuat dianiaya Mul yang lahir di Makassar tanggal 2 Maret 1977 karena sejumlah saksi sempat melihat ia melarikan diri, bahkan ketika jajaran Polsek Muara Bengkal melalukan olah TKP, ia tidak ada.
Jenazah Ema sendiri, setelah dilakukan pemeriksaa di Puskesmas Muara Bengkal, Selasa siang dimakaman keluarganya di Pemakaman Muslimin Benua Baru.(K1/SK12)