Beranda kutim Nafsiah Usahakan Senambah dan Mulupan “Tersengat” Listrik Perkebunan Sawit

Nafsiah Usahakan Senambah dan Mulupan “Tersengat” Listrik Perkebunan Sawit

0

Loading

SANGATTA,Suara Kutim.com (28/10)

Nafsiah - Anggota Fraksi Demokrat DPRD Kutai Timur
Nafsiah – Anggota Fraksi Demokrat DPRD Kutai Timur
Warga Desa Senambah Muara Bengkal berharap wakil rakyat memperjuangkan desa mereka mendapat penerangan listrik, layaknya desa yang ada di perkotaan. Nafsiah, Anggota DPRD dari Fraksi Partai Demokrat, mengaku telah menerima aspirasi warga saat reses. “Listrik merupakan hal yang paling diinginkan warga Senambah selain perbaikan infrastruktur gang dan jalan tani,” kata Nafsiah.
Istri Jumri Imberan – mantan anggota DPRD Kutai ini menyebutkan segera melakukan koordinasi dengan komisi lain agar harapan warga
Salah satu sudit Desa Mulupan yang sudah puluhan tahun belum menikmati listri secara utuh yang ada hanya lsitrik desa dengan kemampuan terbatas.
Salah satu sudut Desa Mulupan yang sudah puluhan tahun belum menikmati listri secara utuh yang ada hanya lsitrik desa dengan kemampuan terbatas.
Senambah bisa diakomodir atau bisa dikerjasamakan dengan pihak lain. “Khusus warga Senambah sangat berharap DPRD bisa memfalisitasi ke pemerintah dan pihak ketiga agar bisa menikmati listrik seperti warga desa lainnya,” kata ibu dari 4 anak ini.
Nafsiah mengakui ia sudah melakukan pembicaraan dengan sejumlah perusahaan perkebunan kelapa sawit diantaranya PT Telen dan hasilnya maanjemen perusahaan bersedia memberikan kelebihan daya listrik yang ada disalurkan ke masyarakat melalui program Community Sosial Responcibility (CSR).
PT Telen, kata politikus Partai Demokrat ini menyebutkan PT Telen bersedia menyalurkan listrik ke Senambah yang berjumlah sekitar seribuan kepala keluarga namun untuk pengadaan tiang dan instalasi mereka meminta Pemkab yang berperan.
Wanita kelahiran Muara Ancalong ini membenarkan selain Senambah, warga Mulupan yang berada di Muara Bengkal juga menaruh harapan bisa mendapatkan listrik. Mantan anggota PDI Perjuangan (1998-2004) mengakui Desa Melupan kondisinya lebih parah dari Senambah, karena jalan menuju desa penghasilan ikan terbesar di Muara Bengkal ini juga memerlukan akses jalan yang memadai. “Selama ini warga Mulupan kerap mengandalkan perahu bermotor untuk beraktifitas karena jalan daratnya belum layak, kecuali musim kemarau baru bisa dilewati itupun harus melewati semak belukar yang kerap ada binatang berbahaya seperti ular,” ungkap Nafsiah.(ADV-DPRD19/SK-04)