Beranda ekonomi Nasib Koperasi di Kutim Berdiri Ribuan, Mati Suri Ratusan Unit

Nasib Koperasi di Kutim Berdiri Ribuan, Mati Suri Ratusan Unit

0

Loading

SANGATTA,Suara Kutim.com (7/9)

Husaini - Kadis Koperasi dan UKM Kutim
Husaini – Kadis Koperasi dan UKM Kutim
Sebanyak 302 koperasi di Kutim saat ini mati suri, sebelumnya jumlah koperasi tumbuh subur terutama saat perkebunan kelapa sawit berkembang. Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menegah (UKM) Kutai Timur (Kutim) Husaini menyebutkan akan dilakukan pendataan untuk memastikan koperasi yang kini hanya tinggal papan nama atau tidak jelas aktifitasnya serta akan ditutup kalau memang tidak bisa dibina.
Kepada wartawan, Senin (7/9) siang, Husaini berharap koperasi yang mati suri dan dilakukan pembinaan bisa sehat. “Lebih baik koperasi sedikit, tapi produktif dan bermanfaat bagi anggotanya, dari pada jumlah banyak sementara tidak ada kegiatan atau tidak bermanfaat bagi anggotanya,” tandas Husaini.
Ia mengingatkan koperasi yang masih bisa sehat atau masih bisa dibina, SKPDnya akan terus melakukan pembinaan terutama terkait sumber daya manusia (SDM), pemasaran dan keuangan agar bisa kerja lebih produktif.
Yang membuat miris, ternyata Koperasi Pegawai Negeri (KPN) Pemkab Kutim justru yang kondisinya parah. Bahkan Husaini mengakui karena kondisinya yang “sakit akut” menjadi beban bagi Dinas Koperasi yang ia pimpin. “KPN Kutim salah satu beban moral bagi Dinas Koperasi, karena pegawainya termasuk diantara anggota koperasi. Seharusnya, KPN Pemkab Kutim bisa jadi contoh bagi koperasi lain namun tapi faktanya tidak jelas. Karena itu, nantinya akan dilakukan perbaikan, kalau memang masih bisa diperbaiki,” tandasnya.
Disinggung penyebab “sakitnya” KPN Pemkab Kutim, Husaini mengakui sejak awal tidak banyak kegiatannya. Ia menilai, saat dibentuk beberapa tahun lalu hanya untuk kepentingan sesaat. Sehingga setelah perubahan pengurus tidak bisa menyesuaikan diri bahkan pengurus sudah jalan masing-masing sehingga koperasi tidak berjalan. “Berbeda dengan KP3C dan sejumlah koperasi yang bermitra dengan perusahaan perkebunan sawit semuanya eksis,” ungkap Husaini.(SK-02/SK-03/SK-11)