Beranda kutim Nurdin Siap Dukung Pemkab Kutim, Juga Ingin Selesaikan Lahan Yang Dicaplok

Nurdin Siap Dukung Pemkab Kutim, Juga Ingin Selesaikan Lahan Yang Dicaplok

0
Nurdin bersama Bupati Ismunandar dan Wabup Kasmidi Bulang. (Foto Humas Setkab Kutim)

Loading

SANGATTA (24/7-2017)
Kawasan KIPI Maloy yang akan menjadi kawasan industry terbesar di Kaltim, diharapkan pembangunannya tidak tertatih-tatih akibat penyimpangan kegiatan termasuk masalah lahan. Kementrian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) dan Transmigrasi, mengetahui persis di Kaliorang terdapat lahan negara yang diprogramkan untuk pengembangan transmigrasi.
Nurdin – Direktur Jenderal (Dirjen) Pengembangan Kawasan Transmigrasi, Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) dan Transmigrasi, mengungkapkan di Kaliorang tepatnya di kawasan Kawasan Transmigrasi Mandiri (KTM) Maloy terdapat lahan seluas 127 HA berstatus Hak Penggunaan Lahan (HPL). “HPL itu harus di amankan sehingga tidak melebar dan di klaim masyarakat,” kata mantan Kepala Bappeda Kutim ini.
Ia mengakui, telah menerima permohonan Bupati Ismunandar untuk membangun 7 lokasi pasar di kawasan transmigrasi. Pria yang selalu tampil sederhana ini, mengakui lokasi pembangunan pasar rakyat masih dalam survey.
Ketika bertandang ke Kutim, Jumat pekan lalu, mantan Sekot Bontang ini mengungkapkan lahan yang dibutuhkan untuk satu pasar rakyat minimal 1 hektar. Namun, karena pasar yang akan dibangun menggunakan APBN, ia memberi lampu hijau bakal diijinkan. “Sepanjang tidak ada masalah, karena menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara tentu akan didukung,” ujarnya terkait program yang digarapo Dinas Perindustrian dan Perdagangan.
Nurdin yang datang bersama Direktur Promosi, Heryanto, Direktur Pengembangan Usaha Transmigrasi, Titi Wahyuni, Direktur Sarana Prasarana Kawasan Transmigrasi, Rosidah, Direktur Penyediaan Tanah Transmigrasi dari Dirjen Penyiapan Kawasan dan Pembangunan Pemukiman Transmigrasi, Nirwana, Kepala Sub Fasilitas Pencadangan Tanah serta Guru Besar UGM Leksono Probo, mengakui kedatangannya untuk mendalami beberapa masalah ketransmigrasian yang terjadi di Kutim seperti masalah 300 KK warga transmigrasi yang bermasalah dengan perusahaan kayu, termasuk lahan warga transmigrasi di Bengalon yang menjadi areal perkebunan karet.(SK12)