Beranda kutim Orang Tua Siswa, Berharap Kesurupan Tidak Terjadi Lagi

Orang Tua Siswa, Berharap Kesurupan Tidak Terjadi Lagi

2958
0
Sejumlah orang tua sedang menanti anaknya di SMP Negeri 3 Sangatta Utara, dan pembicaran netizen.

SANGATTA (6/2-2018)
Kalangan orang tua yang anaknya ikut kesurupan massal di SMP Negeri 3 Sangatta Utara, berharap apa yang dialami anak mereka segera selesai, terlebih yang kini duduk dibangku kelas IX.
Rajudin – warga Sangatta Lama kepada Suara Kutim.com mengaku ia beberapa hari terakhir terpaksa berada di lingkungan SMP Negeri 3 Sangatta Utara, memonitor keadaan anaknya. “Kesurupan massal itu terjadi pekan lalu, dikira sudah berakhir eh nggak tahunya Senin kemarin terjadi lagi,” aku pria yang mengaku anaknya berada di ke IX dan akan mengikuti ujian nasional dalam 4 bulan kedepan.
Dalam percakapannya dengan Suara Kutim.com menceritakan bagaimana awal kesurupan dengan korban terbanyak yakni 50 orang. Bersama sejumlah orang tua lainnya yang sebagian ibu-ibu, ia mengungkapkan sebagian besar korban kesurupan adalah pelajar kelas IX. “Kasihan juga, mereka sebenarnya sejak Senin kemarin sudah mengikuti try out,” bebernya.
Rajudin menyebutkan kesurupan massal yang menimpa SMP Negeri 3 Sangatta Utara ini menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk saling menghargai baik sesama manusia maupun dengan penghuni alam lainnya. “Ceritanya, sejumlah siswa masak-masakan kemudian sisa dari kegiatan masakan itu dibuang semberangan sehingga mengenai lingkungan mahluk halus itu, selain itu pada malam hari ada empat orang siswa dikabarkan datang membawa peralatan masak namun saat menempatkannya seperti dibanting,” cerita Rajudin.
Terkait adanya permintaan kepala kambing, ia membenarkan. Permintaan itu, ungkap Rajudin, disampaikan melalui siswa yang kesurupan. Terkait permintaan mahluk halus, ia berharap jadi pelajaran namun ia setuju jika orang tua bersama sekolah menggelar pengajian. “Saya dikabari salah satu guru, bahwa pengajian akan dilakukan Kamis nanti tidak jadi hari ini (Selasa,red). Nanti, orang tua diharapkan hadir, untuk bersama-sama melakukan pengajian termasuk mendoakan anak-anak yang akan mengikuti ujian diberikan kesehatan dan kemudahan hingga lulus semua,” imbuhnya.
Pengamatan Suara Kutim.com, hari ini kegiatan belajar sudah kembali normal. Sejumlah guru yang kemarin sibuk menangani siswa yang kesurupan , sudah tampak mengajar. (SK10/SK11)

Artikulli paraprakPenarikan Mobnas, Bupati Serahkan Ke Satpol PP
Artikulli tjetërMawar Targetkan Bulan Juni, 10 IPA Gunakan Listrik PLN