Beranda ekonomi PDAM Ingin Mandiri, Bahkan Ikut Nyumbang PAD Kutim

PDAM Ingin Mandiri, Bahkan Ikut Nyumbang PAD Kutim

0

Loading

SANGATTA,Suara Kutim.com (14/10)
Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Tuah Benua Kutai Timur (Kutim) ingin mandiri atau tidak menggantungkan diri pada subsidi pemkab. Namun, untuk mewujudkan cita-cita itu, PDAM berencana menaikkan tariff air sesuai dengan kajian yang telah dilakukan.
Direktur Utama PDAM Kutim Aji Mirni Mawarni menyebutkan berdasarkan kajian yang ada tariff air harus naik kalau PDAM mau mandiri. Namun belum bisa dinaikkan karena listrik PLN belum tersambung untuk Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kabo. “Kalau gunakan listrik dari PLN, kenaikan tarif bisa ditekan yakni hanya sekitar 30-40 persen tidak sama jika masih menggunakan perhitungan PDAM menggunakan genset kenaikan bisa 80 persen dibanding tarif air yang sekarang ini,” jelasnya.
Lebih jauh, wanita yang akrab disapa Mawar ini menyebutkan berdasarkan audit diketahui biaya produksi air PDAM Kutim sebesar Rp8.800 per meter kubik air, namun jika sudah menggunakan listrik dari PLN biaya produksi bisa menurun.
Diakui, karena menggunakan genset untuk menunhang operasional IPA Kabo, biaya produksi lebih tinggi dari PDAM Balikpapan yang mencapai Rp8000. “PDAM Balikpapan tergolong bagus, sudah mandiri, karena itu kami ingin seperti Balikpapan. Tapi, untuk diketahui di Balikpapan ada Perda yang memberikan kewenangan bagi PDAM untuk menaikkan tarif sesuai dengan harga produksi tiap tahun. Karena itu, kami ingin PDAM Kutim ini juga bisa memiliki Perda, yang memberikan peluang bagi PDAM menaikkkan tarif, minimal sesuai dengan biaya produksi,” bebernya.
Tidak itu saja, Mawar menandaskan PDAM Kutim berkeinginan ikut menyumbang PAD Kutim dengan memberikan keuntungan minimal 5 persen agar tidak selalu menggantungkan diri pada subsidi pemerintah.
Kepada wartawan termasuk Suara Kutim.com, ia menyebutkan karena rendahnya tarif serta besarnya biaya produksi PDAM yang ia pimpin masih membutuhkan subsidi antara Rp10-15 miliar dari pemerintah. “Kalau tarif air naik, IPA menggunakan listrik PLN subsidi pemerintah bisa dikurangi, bahkan kalau perlu mandiri bahkan ikut menyumbang PAD,” ungkapnya dengan raut wajah serius.(SK2)