Beranda foto Pemkab Kutim Harus Remajakan Jaringan Listrik

Pemkab Kutim Harus Remajakan Jaringan Listrik

0

Loading

SANGATTA,Suara Kutim.com (23/4)
Kondisi jaringan litsrik pada SKPD Pemkab Kutai Timur (Kutim) diakui buruk, bahkan Kapolres Kutim AKBP Anang Triwidiandoko mengharapkan pemkab melakukan perbaikan agar kasus terbakarnya gedung BKD dan Dinas Kehutanan, tidak terulang kembali. “Lebih baik mencegah dengan melakukan peremajaan jaringan yang sudah ada dan tua, agar tidak kasus kebakaran tidak terulang,” imbuh kapolres.
Sementara Sunardianto – dari CV Mandiri Multi Teknik Service mengungkapkan ia pernah melihat jaringan listrik yang ada di sejumlah SKPD Pemkab Kutim, tidak standar. “Maaf saja, jaringan yang ada terutama di bagian atas benar-benar tidak memenuhi syarat sehingga rawan terbakar. Kalau untuk lampu saja bisa, tapi sebuah perkantoran tentu ada penambahan peralatan seperti computer, ac, lemari es sampai kipas angina termasuk charger HP. Kalau beban yang ada bertambah, sementara daya tahan jaringannya terbatas tentu sangat kuat menimbulkan korsleting,” beber Sunardianto.
Kepada Suara Kutim.com, ia menyebutkan jaringan listrik yang dipasang umumnya ala kadarnya karena tergabung dalam paket pembangunan gedung. Pria yang kerap memasang AC di sejumlah SKPD Pemkab Kutim, mengaku kerap menemukan kabel dalam keadaan sudah terkelupas bahkan hanya dicantolkan pada paku.
Ia menyarankan untuk jaringan atas harus dirancang baik-baik terutama untuk keperluan beban listrik besar. “Sebaiknya Pemkab segera lakukan peremajaan jaringan listriknya, karena kondisinya memang parah dan mengkwatirkan,” ujar pria yang kerap mengerjarkan paket jaringan listrik dari PLN.
Keteranagan yang dihimpun Suara Kutim.com, sejumlah SKPD sekarang ini mengeluhkan daya listrik yang tidak stabil karena menganggu kinerja mereka. Pada Dinas Perhubungan dan Kominfo Kutim, para pegawai rata-rata tidak bisa bekerja maksimal karena litsrik yang ada terbatas. “Kalau sudah siang, panasnya minta ampun seperti di sauna saja. Kalau sudah begitu kadangkala kerja sampai buka baju, jangankan AC untuk kipas angina saja tidak mampu berputar normal,” kata sejumlah pegawai.(SK-03/SK-05/SK-11)