Beranda KABAR KALTIM Pemprov Akan Tambah PCR

Pemprov Akan Tambah PCR

477
0

SAMARINDA (30/8-2020)

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kaltim Andi Muhammad Ishak mengakui   transmisi lokal yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir,  mempengaruhi lajunya peningkatan kasus positif yang terjadi di masyarakat terlebih jika tidak ada usaha yang lebih serius dari masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan.

“Mengantisipasi lonjakan kasus maka perlu ada upaya peningkatan yang lebih luas seperti upaya tracing dan testing. Tetapi memang kekuatan terbesar ada di masyarakat itu sendiri, bagaimana mereka sebisa mungkin agar tidak tertular dalam rangka memutus mata rantai penularan Covid-19,” bebernya.

Disebutkan, salah satu upaya yang dilakukan Pemprov Kaltim menambah alat PCR di laboratorium kesehatan daerah  dengan harapan kapasitas pemeriksaan meningkat sehingga mempermudah tim gugus tugas dalam melakukan tracing dan testing.

“Sudah terealisasi dan sudah dilakukan instalasi serta dilakukan uji coba dan berhasil cukup baik. Semoga saja Senin besok sudah berfungsi secara penuh untuk menunjang kapasitas pemeriksaan, sehingga bisa meningkat dua kali lipat. Dimana biasanya 300 sampel per hari bisa menjadi 600 sampel per hari,” ungkapnya, Ahad (30/8).

Disebutkan, Pemprov akan menambah   PCR di RSUD AW Syahranie serta memperbaiki alat PCR yang tidak berfungsi saat ini.  “Tim  mencoba meningkatkan kapasitas mobile PCR yang semula 300 sampel menjadi 600 sampel, dengan menambah satu alat pemeriksaan PCR supaya kita benar-benar memaksimalkan pemeriksaan-pemeriksaan, terutama yang dilakukan kabupaten dan kota yang tidak memiliki alat PCR. Dengan semakin cepat melakukan tracing dan testing menggunakan PCR aka akan semakin cepat melakukan isolasi dan treatment sehingga akan mempercepat memutus rantai penularan,” jelasnya.

Terkait kasus Covid-19 pada Ahad (30/8) disebutkan, terkonfirmasi positif sebanyak 4.120 kasus atau bertambah 197 kasus, sementara  pasien sembuh 2.318 orang, meninggal dunia 160 orang dan masih dirawat 1.642 orang.(SK8)

Artikulli paraprak5 Mahasiswa UMY Dukung UMKM di Kutim Lewat Program KKN
Artikulli tjetërKutim, Siaga Karhutla