Beranda hukum Pencarian Jurjani alias Ijur Melibatkan Polda Kaltim

Pencarian Jurjani alias Ijur Melibatkan Polda Kaltim

0
Selebaran yang dibuat Polsek Sangkulirang

Loading

SANGATTA,Suara Kutim.com (13/7)
Pencarian terhadap Jurjani alias Ijur – saksi kunci tewasnya Neysa Nur Azlya alias Azlya yang baru berusia 4 tahun, terus dilakukan Polres Kutim. Bahkan Polres Kutim sudah meminta bantuan Polda Kaltim.
Kapolres Kutim AKBP Rino Eko menerangkan status Jurjani masih status saksi, karena ada saksi lain yang melihat putri ke empat pasangan Fathurahman dan Sabnah, pada Kamis (7/7) diajak jalan-jalan oleh pengangguran yang gemar menyanyi ini. “Statusnya masih saksi penting, karena adanya saksi yang melihat kalau korban terakhir bersama Ijur karenanya Ijur dicari,” ungkap Kapolres Rino Eko, Rabu (13/7) siang tadi.
Terhadap kondisi almarhum, kapolres mengakui meninggal dunia karena penganiayaan meski kondisi jasad mengenaskan akibat dibakar. Ia mengakui, untuk mengetahui lebih jauh apa dan kenapa serta bagaimana korban tewas diperlukan otopsi namun pihak keluarga tidak tega dengan keadaan jasad almarhum akhirnya dilakukan pemeriksaan luar.
Ditanya kemungkinan Ijur bersembunyi, kapolres belum bisa memastikan namun ada dugaan masih dalam wilayah Kaltim. Ia mengakui, foto Ijur sudah tersebar melalui media sosial oleh masyarakat. “Kecuali ia tinggal seorang diri di hutan, kalau tinggal di kampung saya yakin ia akan ditemukan,” bebernya.
Untuk mengungkap penyebab tewas Azly, Polsek Sangkulirang telah menyebarkan foto Ijur dengan titel DICARI. Selebaran yang juga diunggah ke media sosial itu, disertakan nomor telepon jajaran Polsek Sangkulirang yang bisa dihubungi. “Jika menemukan atau melihat, jangan beraksi seperti polisi cukup informasikan ke polisi terdekat atau yang ada diselebaran nanti aparat kepolisian yang melakukan tugasnya sehingga tidak ada masalah lain,” pesan kapolres.
Seperti diberitakan, Azly yang baru berusia 4 tahun, Minggu (10/7) siang ditemukan meninggal dunia dengan bagian kepala terbakar. Dugaan sementara, ada upaya menghilangkan jejak korban namun pakain korban masih utuh sehingga bisa dikenali.
Setelah dilakukan visum luar di Puskesmas Sangkulirang, Azly dimakamkan di Pemakaman Muslimin Sangkulirang diantar ratusan orang warga Sangkulirang. (SK2/SK3/SK12)