Beranda ekonomi Pencemaran Sungai Sangatta Tergolong Ringan

Pencemaran Sungai Sangatta Tergolong Ringan

2174
0
Kondisi Sungai Sangatta yang kerap menjadi tempat pembuangan sampah oleh manusia, sehingga berbagai masalah timbul diantaranya banjir dan menurunnya kualitas mutu air.

SANGATTA,Suara Kutim.com (14/6)
Sungai Sangatta tergolong sungai yang tercemar ringan, untuk mewujudkan Sungai Sangatta menjadi layak konsumsi memerlkukan perhatian serius semua pihak terutama Pemkab Kutim, jika tidak kelak bisa menjadi pencemaran berat yang akan membuat rugi banyak pihak.
Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kutim Encek Akhmad Rafiddin Rizal kepada wartawan mengakui kondisi Sungai Sangatta, tingginya parameter beban pencemaran aktual Sungai Sangatta yang didominasi pencemaran limbah rumah tangga disusul limbah industri dan pertambangan serta peternakan. “Kondisi ini membuat kondisi Sungai Sangatta tidak memiliki daya tampung untuk beban pencemaran,” ungkap pria yang biasa disapa Rizal.
Disebutkan, hasil atau output dari PDAM Sangatta untuk kualitas air bersih sudah cukup bagus. Namun sebagai air layak konsumsi atau air minum masih jauh dan memerlukan proses yang besar terutama dalam finansial atau pembiayaan pengolahan air.
Diuakui, menjadikan air Sungai Sangatta bagus teruatma untuk menjadi air bersih biaya pengolahan air bersih mengecil, sehingga daya jual semakin kompetitif. Namun dengan kondisi yang ada sekarang, tentunya memerlukan pembiayaan pengolahan air yang cukup besar dan pemerintah diharapkan dapat memberikan subsidi lebih untuk pengolahan air baku ini sehingga menjadi air yang layak minum,” beber Rizal.
Ia menyebutkan, untuk penurunan pencemaran air Sungai Sangatta harus lebih dari 50 persen kadar pencemaran sehingga kualitas air masuk dalam parameter beban pencemaran aktual dan standar. Namun usaha ini, ungkapnya memerlukan kajian dan perencanaan matang, pendanaan besar, kerja keras dan berkesinambungan, kerjasama seluruh stakeholders dan juga tentunya memerlukan waktu yang relatif lama.
“Sungai ingin bersih mulai sekarang jangan jadikan sungai sebagai tempat membuang sampah, hitung saja kalau setiap keluarga membuang sampah ke sungai sebanyak satu kilogram per hari berarti setiap tahun minimal satu keluarga “menyumbang” tiga ratus kilogram lebih sampah sementara yang bermukim di tepi sungai berapa keluarga belum yang datang ke sungai sengaja membuang sampah, belum lagi akibat penambangan dan perambahan hutan,” beber Rizal.(SK-03/SK-011)

Artikulli paraprakLom Play Kurang Promosi, Media Diminta Bantu Promosikan
Artikulli tjetërJawab Permintaan Warga Wehea, Ardiansyah Minta Dispora Buat Program Pengembangan Wisata Wahau