Beranda ekonomi Penyebab Asap di Kutim Akibat Pembukaan Kebun oleh Masyarakat, Namun Tidak Menganggu...

Penyebab Asap di Kutim Akibat Pembukaan Kebun oleh Masyarakat, Namun Tidak Menganggu Penerbangan

1491
0
Salah satu lahan kebun milik masyarakat di Jalan Pendidikan Sangatta Utara yang dibuka dengan cara dibakar.

SANGATTA,Suara Kutim.com (14/9)
Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman menyatakan belum perlu membentuk tim khusus dalam menaggulangi kebakaran lahan dan kabut asap di Kutai Timur, pasalnya kondisi kebakaran berdasarkan pematauan berbagai pihak termasuk Kodim dan Polres sifatnya sporadis namun tetap diwaspadai.
Saat mimpin Rapat Komunitas Intelijen Daerah (Kominda) Kutim, Senin (14/9) pagi tadi, Ardiansyah menyebutkan pemantauan melalui satelit hot spot yang ada di Kutim cukup menyebar di beberapa daerah namun kondisinya tergolong kecil.
Sementara hasil laporan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kutim, sebut Ardiansyah kepekatan kabut asap di Kutim masih bersifat moderat dengan jarak pandang masih cukup jauh dan tidak terlalu pekat. “Dengan kondisi yang ada tersebut Pemkab menilai belum memerlukan pembentukan tim khusus dalam penanganan kebakaran hutan dan kabut asap di wilayah Kutim terkecuali sudah cukup parah dan mengkhawatirkan seperti yang terjadi di Pulau Sumatera,” sebut Ardiansyah.
Keterangan yang dihimpun Suara Kutim.com asap yang setiap hari menyelimuti kota Sangatta akibat pembukaan lahan atau kebun oleh masyarakat, meski demikian asap tidak menganggu aktifitas penerbangan di Lapangan Terbang Tanjugbara milik PT KPC.
Pesawat Airbone yang rutin melayani karyawan PT KPC dari dan ke Bandara Internasional Aji Sultan Sulaiman, setiap hari terbang lancar. Demikian dengan masyarakat terutama pengendara sepeda motor umumnya tidak menggunalan masker. “Sebaiknya pengendara sepeda motor atau pejalan kaki tetap menggunakan masker karena asap tetap ada meski tida seekstrim yang di Pulau Sumatera,” pesan Bupati Ardiansyah Sulaiman.(SK-03/SK-011)

Artikulli paraprakDana ADD Segera Cair, Gunakan Dengan Baik Untuk Pembangunan Desa
Artikulli tjetërNirmalasari : Kutim Daerah Terawan se Indonesia